detikfinance

New Balance Tambah Order ke Indonesia

Suhendra - detikfinance
Rabu, 27/01/2010 13:13 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu melakukan kunjungan pabrik sepatu di PT Panarub Dwikarya yang berlokasi di Desa Benoa, Pebuaran Tumpeng, Karawaci Tangerang hari ini 27 Januari 2010.

Mari juga melakukan pertemuan denga para Investor asing yang akan malakukan ekspansi dan investasi baru (New Balance) di bidang sepatu Indonesia.

"Kita melihat tren yang baik dari peningkatan ekspor alas kaki dari tahun ke tahun," kata Mendag di sela-sela kunjungan.

Hal ini kata Mari karena ada tren relokasi pembelian dari dari para buyer sepatu dunia yang biasa membeli sepatu dari China. Relokasi ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir karena faktor untuk mengurangi ketergantungan dengan China, menguatnya mata uang China, aturan tenaga kerja yang mulai ketat dan lain-lain.

"Intinya kita berdaya saing dengan RRT (China), juga bersaing dengan negara-negara Vietnam," ucapnya.

PT Panarub berdiri pada tahun 2006 yang memulai produksi pada Juli 2007 dengan memproduksi sepatu merek Specs, kemudian pada tahun 2009 mulai memproduksi dari order produksi dari prinsipal merek sepatu Mizuno dan New Balance.

New Balance merupakan merek sepatu asal AS, yang saat ini sebagian produksinya lebih banyak di China. Panurub berencana akan menambah produksi sepatu New Balance.

New Balance mulai diproduksi pada bulan Juni 2009 dengan kapasitas 50.000 pasang per bulan, dimana Panarub telah mengekspor sepatu merek New Balance sebanyak 1 juta pasang.

Saat ini kapasitas terpasang untuk merek New Balance per bulan mencapai 270.000 pasang per bulan dan akan ditingkatkan menjadi 500.000 pasang pada akhir tahun 2010, kemudian akan ditingkatkan kembali menjadi 700.000 pasang per bulan pada akhir tahun 2011.

Dengan adanya penambahan order dari para buyer termasuk dari merek New Balance, hingga awal tahun 2010 Panarub telah menambah 3.000 karyawan baru. Sehingga jika produksi New Balance bertambah hingga 700.000 pasang per bulan diharapkan ada tambahan tenaga kerja hingga 6.000-7.000 karyawan baru.



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?