RI Tingkatkan Ekspor Sepatu Hingga US$ 3 Miliar
Rabu, 27/01/2010 15:28 WIB
Foto: Suhendra-detikFinance
Tangerang - Indonesia menargetkan bisa meningkatkan ekspor produk alas kaki hingga US$ 3 miliar dalam waktu 3 tahun kedepan dengan jumlah 300 juta pasang. Saat ini kinerja ekspor sepatu Indonesia masih berada di kisaran angka 200 juta pasang per tahun masih di bawah US$ 2 miliar per tahun.
"Volume ekspor 200 juta pasang per tahun termasuk sport dan non sport, 60% di antaranya sport, 3 tahun lagi bisa mencapai 300 juta pasang," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara kunjungannya di pabrik Panarub, Tangerang, Rabu (27/1/2010).
Mari mengatakan optimisme ini karena mulai terlihat tren yang positif dalam industri persepatuan di Tanah Air, dimana relokasi dan ekspansi para buyer asing cukup tinggi ke Indonesia. Ia mencontohkan sejak 2008 lalu saja sudah ada 25 investor baru yang merelokasi ordernya ke Indonesia dari negara-negara pesaing seperti China dan Vietnam.
Sementara itu Ketua Dewan Pembina Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Harijanto mengatakan tren peralihan order sudah sangat nyata. Saat ini kata dia, para buyer mulai mendistribusikan pesanan sepatunya tidak hanya 100% dari China atau pun Vietnam.
Namun ia menggarisbawahi untuk mengantisipasi tren ini, perlu adanya pembenahan dalam bidang infrastruktur seperti listrik, jalan dan lain-lain. Jika ini bisa dibenahi, maka peningkatan produksi hingga 300 juta sangat mungkin.
Ia mencontohkan jika ada penambahan produksi 5 juta pasang per tahun maka akan ada penambahan tenaga kerja 5.000-6.000 orang per tahun, dengan efek penambahan ekspor US$ 50 juta dan investasi US$ 30 juta per tahun.
"Jelas sekali industri alas kaki Indonesia sangat menarik," katanya.
Kinerja ekspor alas kaki Indonesia beberapa tahun terakhir terus mengalami kenaikan misalnya pada tahun 2004 ekspor alas kaki hanya US$ 1,32 miliar, naik pada 2005 menjadi US$ 1,42 miliar, tahun 2006 menjadi US$ 1,599 miliar, tahun 2007 menjadi US$ 1,637 miliar, tahun 2008 sebesar US$ 1,885 miliar, dan pada tahun 2009 hingga Januari-Oktober mencapai US$ 1,405 miliar.
Sepanjang tahun 2009 hingga Oktober kinerja ekspor alas kaki Indonesia masih didominasi kepada negara tujuan AS yang berkontribusi hingga 23,1% dengan nilai US$ 323,9 juta, disusul oleh Jerman sebesar 9% dengan nilai US$ 127,1 juta, Inggris sebanyak 8,3% senilai US$ 117,2 juta, dan lain-lain.
(hen/dnl)
"Volume ekspor 200 juta pasang per tahun termasuk sport dan non sport, 60% di antaranya sport, 3 tahun lagi bisa mencapai 300 juta pasang," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara kunjungannya di pabrik Panarub, Tangerang, Rabu (27/1/2010).
Mari mengatakan optimisme ini karena mulai terlihat tren yang positif dalam industri persepatuan di Tanah Air, dimana relokasi dan ekspansi para buyer asing cukup tinggi ke Indonesia. Ia mencontohkan sejak 2008 lalu saja sudah ada 25 investor baru yang merelokasi ordernya ke Indonesia dari negara-negara pesaing seperti China dan Vietnam.
Sementara itu Ketua Dewan Pembina Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Harijanto mengatakan tren peralihan order sudah sangat nyata. Saat ini kata dia, para buyer mulai mendistribusikan pesanan sepatunya tidak hanya 100% dari China atau pun Vietnam.
Namun ia menggarisbawahi untuk mengantisipasi tren ini, perlu adanya pembenahan dalam bidang infrastruktur seperti listrik, jalan dan lain-lain. Jika ini bisa dibenahi, maka peningkatan produksi hingga 300 juta sangat mungkin.
Ia mencontohkan jika ada penambahan produksi 5 juta pasang per tahun maka akan ada penambahan tenaga kerja 5.000-6.000 orang per tahun, dengan efek penambahan ekspor US$ 50 juta dan investasi US$ 30 juta per tahun.
"Jelas sekali industri alas kaki Indonesia sangat menarik," katanya.
Kinerja ekspor alas kaki Indonesia beberapa tahun terakhir terus mengalami kenaikan misalnya pada tahun 2004 ekspor alas kaki hanya US$ 1,32 miliar, naik pada 2005 menjadi US$ 1,42 miliar, tahun 2006 menjadi US$ 1,599 miliar, tahun 2007 menjadi US$ 1,637 miliar, tahun 2008 sebesar US$ 1,885 miliar, dan pada tahun 2009 hingga Januari-Oktober mencapai US$ 1,405 miliar.
Sepanjang tahun 2009 hingga Oktober kinerja ekspor alas kaki Indonesia masih didominasi kepada negara tujuan AS yang berkontribusi hingga 23,1% dengan nilai US$ 323,9 juta, disusul oleh Jerman sebesar 9% dengan nilai US$ 127,1 juta, Inggris sebanyak 8,3% senilai US$ 117,2 juta, dan lain-lain.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
