detikfinance

Adhi Karya Bidik Kontrak Baru Rp 9 Triliun di 2010

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Rabu, 27/01/2010 17:42 WIB
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menargetkan perolehan kontrak baru tahun 2010 mencapai Rp 9 triliun. Jika ditambah proyek carry over yang terjadi tahun 2009, maka total kontrak tahun ini mencapai Rp 14,8 triliun.

"Kontrak di 2010 ditargetkan Rp 9 triliun. Dengan carry over tahun lalu Rp 5,8 triliun, maka total Rp 14,8 triliun," jelas Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Bambang Triwibowo seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di kantornya Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (27/1/2010).

Ditambahkan Bambang, raihan kontrak ini tidak lepas dari rencana pemerintah dalam menggenjot sektor infrastruktur sebagai penopang pembangunan ekonomi di tahun 2010. Perseroan akan membidik beberapa proyek yang akan ditenderkan pemerintah, di antaranya pembangkit listrik, jalan tol, jembatan, dan pelabuhan. Porsi proyek pemerintah yang diincar mencapai 63%, sisanya didapat dari swasta. Namun sayang dirinya tidak menerangkan secara rinci, proyek-proyek yang dincar perseroan.

"Ini kan sedang kami incar. Tapi yang pasti 37% swasta, sisanya proyek pemerintah," katanya.

Sedangkan untuk proyek yang sedang berjalan mulai tahun lalu, di antaranya pengerjaan infrastruktur di Oman, dengan nilai investasi mencapai Rp 2 triliun. Kemudian, perseroan juga tengah menyelesaikan pembangunan satu unit aparteman dan komplek pertokoan dan hotel (Tila).

"Oman tetap berjalan. Itu hasil join venture kami dengan Al Mahdina. Total proyek Rp 2 triliun. Kita juga siap bangun satu hotel lagi, dengan nilai Rp 700 miliar," papar Bambang.

Sementara untuk pendapatan, pada  tahun 2010 perseroan menargetkan kenaikan sebesar 11,68% dari Rp 7,7 triliun yang diraih tahun lalu, menjadi Rp 8,6 triliun. Dari sisi laba, diprediksi akan kenaikan 20-25% pada tahun ini.

"Sampai akhir tahun 2009, perseroan meraih laba di atas Rp 120 miliar," katanya.

Pencapaian laba tersebut dikarenakan efisiensi pada pos overhead dan beban bunga yang berkurang. Sepanjang 2009, overhead tercatat 2,3%, padahal pada tahun 2007, angkanya masih berkisar di 7%.

"Beban bunga kita juga berkurang. Dari 1,6% tahun 2006, tahun ini sudah 1,4%. Tahun ini harapannya akan berkurang lagi jadi 1%. Perseroan juga telah menyelesaikan pencairan piutang-piutang yang dulu bermasalah. Sudah pada cair, otomatis bunga bank turun," tambah Bambang.



(wep/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?