AS Perpanjang Lagi Masa Suku Bunga Rendah
Kamis, 28/01/2010 06:56 WIB
Markas The Fed (Foto: Reuters)
Washington - Bank Sentral AS (Federal Reserve) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendahnya guna menstimulasi perekonomian AS. The Fed juga menyatakan akan mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.
Demikian hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung selama 2 hari, seperti dikutip dari AFP, Kamis (28/1/2010). Dengan demikian The Fed mematok suku bunga rendah 0-0,25% hampir setahun.
Keputusan ini diambil tidak bulat, melainkan melalui voting 9 banding 1. Anggota FOMC yang juga Gubernur Bank Sentral Kansas City Thomas M. Hoenig tidak mendukung karena percaya kondisi perekonomian dan finansial sudah berubah sehingga suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih lama tidak lagi diperlukan.
FOMC menyatakan, data yang diperoleh Bank Sentral menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian terus menguat dan kemungkinan pelemahan sektor tenaga kerja mulai berkurang.
"Belanja konsumen, mengalami ekspansi pada tingkat yang moderat namun masih tertahan oleh lemahnya pasar tenaga kerja, pertumbuhan pendapatan yang sedang, kesejahteraan rumah tangga yang lebih rendah dan ketatnya kredit," demikian pernyataan dari FOMC.
Dan sejalan dengan kembali berfungsinya pasar finansial, The Fed memutuskan untuk menghentikan sejumlah program-program penggerak likuiditas per 1 Februari. Misalnya adalah Asset-Backed Commercial Paper Money Market Mutual Fund Liquidity Facility, Commercial Paper Funding Facility, the Primary Dealer Credit Facility, dan Term Securities Lending Facility.
Program likuiditas swap antara The Fed dengan sejumlah bank sentral juga tidak diperpanjang dan akan tetap habis per 1 Februari 2010.
"Dalam rangka memperlancar proses transisi pasar, FOMC secara perlahan memperlambat tingkat belanja surat-surat berharga ini dan mengantisipasi transaksi-transaksi ini akan dieksekusi pada kuartal I," demikian pernyataan dari The Fed.
(qom/qom)
Demikian hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung selama 2 hari, seperti dikutip dari AFP, Kamis (28/1/2010). Dengan demikian The Fed mematok suku bunga rendah 0-0,25% hampir setahun.
Keputusan ini diambil tidak bulat, melainkan melalui voting 9 banding 1. Anggota FOMC yang juga Gubernur Bank Sentral Kansas City Thomas M. Hoenig tidak mendukung karena percaya kondisi perekonomian dan finansial sudah berubah sehingga suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih lama tidak lagi diperlukan.
FOMC menyatakan, data yang diperoleh Bank Sentral menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian terus menguat dan kemungkinan pelemahan sektor tenaga kerja mulai berkurang.
"Belanja konsumen, mengalami ekspansi pada tingkat yang moderat namun masih tertahan oleh lemahnya pasar tenaga kerja, pertumbuhan pendapatan yang sedang, kesejahteraan rumah tangga yang lebih rendah dan ketatnya kredit," demikian pernyataan dari FOMC.
Dan sejalan dengan kembali berfungsinya pasar finansial, The Fed memutuskan untuk menghentikan sejumlah program-program penggerak likuiditas per 1 Februari. Misalnya adalah Asset-Backed Commercial Paper Money Market Mutual Fund Liquidity Facility, Commercial Paper Funding Facility, the Primary Dealer Credit Facility, dan Term Securities Lending Facility.
Program likuiditas swap antara The Fed dengan sejumlah bank sentral juga tidak diperpanjang dan akan tetap habis per 1 Februari 2010.
"Dalam rangka memperlancar proses transisi pasar, FOMC secara perlahan memperlambat tingkat belanja surat-surat berharga ini dan mengantisipasi transaksi-transaksi ini akan dieksekusi pada kuartal I," demikian pernyataan dari The Fed.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
