Jumlah Wajib Pajak Naik Kok Penerimaan Malah Turun?
Kamis, 28/01/2010 12:31 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bertambahnya jumlah wajib pajak di tahun 2009 tidak serta merta meningkatkan penerimaan. Hal itu bergantung pada profil masing-masing wajib pajak.
"Belum tentu jumlah wajib pajak naik lalu penerimaan bertambah. Tergantung dari profil masing-masing wajib pajak," kata Dirjen Pajak M Tiptardjo di Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Hingga akhir tahun 2009 lalu, jumlah wajib pajak meningkat 5,65 juta menjadi sekitar 16,23 juta, tahun 2008 hanya 10,68 juta. Peningkatan yang signifikan itu tidak sejalan dengan penerimaan pajak di tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 565 triliun, dengan pajak non migas sebanyak Rp 498 triliun.
Padahal, pada tahun 2008, penerimaan pajak sudah mencapai Rp 571 triliun dengan pajak non migas sebanyak Rp 494 triliun.
"Kan kalau orang kaya pajaknya banyak, tapi ada juga yang miskin dan belum bisa bayar pajak," ujarnya.
Selain itu, menurut Tjiptardjo, pada tahun 2009 lalu jumlah penghasilan tidak kena pajak juga meningkat. "Kita tetap pantau terus penerimaan masing-masing wajib pajak," ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah penerimaan pajak tahun 2009 yang didapat melalui program sunset policy mencapai Rp 7,4 triliun.
(ang/qom)
"Belum tentu jumlah wajib pajak naik lalu penerimaan bertambah. Tergantung dari profil masing-masing wajib pajak," kata Dirjen Pajak M Tiptardjo di Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Hingga akhir tahun 2009 lalu, jumlah wajib pajak meningkat 5,65 juta menjadi sekitar 16,23 juta, tahun 2008 hanya 10,68 juta. Peningkatan yang signifikan itu tidak sejalan dengan penerimaan pajak di tahun 2009 yang hanya sebesar Rp 565 triliun, dengan pajak non migas sebanyak Rp 498 triliun.
Padahal, pada tahun 2008, penerimaan pajak sudah mencapai Rp 571 triliun dengan pajak non migas sebanyak Rp 494 triliun.
"Kan kalau orang kaya pajaknya banyak, tapi ada juga yang miskin dan belum bisa bayar pajak," ujarnya.
Selain itu, menurut Tjiptardjo, pada tahun 2009 lalu jumlah penghasilan tidak kena pajak juga meningkat. "Kita tetap pantau terus penerimaan masing-masing wajib pajak," ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah penerimaan pajak tahun 2009 yang didapat melalui program sunset policy mencapai Rp 7,4 triliun.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 14:48 WIB
Bisnis Ini Mengubah Abu Jenazah Jadi Berlian
-
58 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
