detikfinance

Tunggakan Pajak 100 WP Besar Capai Rp 17,5 Triliun

Herdaru Purnomo - detikfinance
Kamis, 28/01/2010 12:37 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak mencatat, sampai dengan akhir 2009 jumlah tunggakan pajak dari 100 penunggak pajak terbesar mencapai Rp 17,5 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pajak M. Tjiptardjo dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2010).

"Per 31 Desember 2009, 100 penunggak terbesar Rp 17,5 triliun," tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Tjiptardjo menyerahkan data-data 100 penunggak pajak terbesar kepada DPR. Data tersebut termasuk BUMN yang menunggak pajak sampai saat ini.

Tjiptardjo mengatakan, dalam usahanya untuk menagih tunggakan pajak ini, Ditjen Pajak akan menjalankan standar operasi penagihan yang telah ada.

"Pertama akan kita tegur dengan surat, terus kita paksa, lalu diberikan surat sita, lalu diblokir rekeningnya agar dia bisa lapor. Nanti bagaimana caranya mau dicicil atau bagaimana, nanti sesuai kesepakatan. Pokoknya dia harus bayar," tandasnya.

(dnl/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?