detikfinance

Tender 10.000 MW Tahap II Dimulai Tahun Ini

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikfinance
Minggu, 31/01/2010 10:20 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - PT PLN (Persero) akan  membuka tender  rancang-bangun, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap II mulai tahun ini juga.

"Sebagian besar tendernya akan dimulai tahun ini, sisanya tahun depan," kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN, Nasri Sebayang, saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (31/1/2010).

Nasri menyatakan, saat ini perseroan tengah menyusun jadwal pembangunan pembangkit listrik  dengan kapasitas 10.153 MW tersebut. Dari total kapasitas itu,  sekitar 5.118 MW (50 persen) dilaksanakan oleh PLN dan sisanya 5.035 MW (50 persen) melalui kerja sama PT PLN dengan pengembang listrik swasta melalui skema jual beli tenaga listrik.

"Dalam minggu ini, jadwalnya sudah selesai disusun," ungkap dia.

Nasri mengakui, sebenarnya ada beberapa pembangkit dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap II  yang sudah ditenderkan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar Add-On dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong IV.

"PLTP Sarula  itu juga kan sudah jalan, cuma tinggal penyesuaian harga jual listriknya,"  kata dia.

Khusus untuk tender pembangkit yang dibangun oleh PLN dalam proyek 10.000 MW, lanjut Nasi,  dalam menentukan waktu tender PLN mempertimbangkan dua hal yaitu kondisi keuangan PLN dan  bagaimana kondisi listrik suatu daerah.

"Daerah yang mengalami krisis listrik, itu yang kita prioritaskan. Jadi kita pakai skala prioritas ," tandasnya.

Nasri menambahkan dengan selesai disusunnya jadwal tersebut, maka diharapkan seluruh pembangunan pembangkit yang masuk dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap II ini bisa selesai tepat waktu.

"Ini semua harus selesai pada tahun 2014,"  harap Nasri.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.02 tahun 2010 mengenai Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas serta Transmisi Terkait.

Dalam Permennya yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pada tanggal 27 Januari 2010, pemerintah telah menetapkan 93 lokasi pembangunan pembangkit dalam proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap II.

Komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebanyak 39 persen di 44 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air 12 persen di 3 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap 33 persen di 42 lokasi, dan gas 16 persen di 4 lokasi.

Adapun total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan sebesar 10.153 MW yang terdiri 5.770 MW (57%) berlokasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan sebesar 4.383 MW (43%) di luar sistem Jamali.

Dari total kapasitas tersebut direncanakan akan dilaksanakan oleh PLN sebesar 5.118 MW (50%) di 21 lokasi dan pengembang listrik swasta sebesar 5.035 MW (50%) di 72 lokasi.

Sementara untuk transmisi terkait percepatan pemmbangunan pembangkit yang direncanakan akan dibangun adalah untuk transmisi tegangan 500 kV, 275 kV, 150 kV, dan 70 kV dengan total estimasi panjangan jaringan sebesar 3.490 kms, yang terdiri atas 816 kms (23%) dibangun pada sistem Jamali dan sepanjang 2.674 kms (77%) dibangun di Jamali.

Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit dan transmisi sekitar US$ 16,343 miliar. Dari jumlah tersebut, untuk pembangkit sebesar US$ 15,96 miliar dan transmisi US$ 383 juta.Pendanaan pembangunan pembangkit dan transmisi tersebut akan berasal dari APBN, anggaran internal PLN dan sumber dana yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.



(epi/nrl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?