Saham Perdana PP Kelebihan Permintaan 1,7 kali
Senin, 01/02/2010 09:54 WIB
Jakarta - Saham perdana PT PP (Persero) Tbk mencatat oversubscribed atau kelebihan permintaan hingga 1,7 kali, dengan jumlah permintaan lebih dari Rp 900 miliar.
Dari hasil roadshow ke Singapura dan Hongkong, juga didapat komitmen pembelian dari dua perusahaan investasi, Fidelity dan Pheim Asset Management.
Demikian disampaikan Director-Head of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman, selaku penjamin emisi, dalam rilis yang diterima detikFinance, Senin (1/2/2010).
"PP selama ini mendapatkan apresiasi positif dari kalangan investor baik dalam maupun juga luar negeri. Program roadshow ke Hongkong dan Singapore lalu, terdapat dua perusahaan investasi terkemuka yang sudah menyatakan minatnya terhadap saham PT PP (Persero) Tbk, yaitu Fidelity dan Pheim Asset Management," katanya.
Menurutnya, hasil kelebihan permintaan ini menjadi petanda kepercayaan investor luar negeri terhadap kinerja dan performance perseroan kedepannya. Dimana untuk kalangan investor luar negeri akan dialokasikan sekitar 20% dari total emisi. Selain Fidelity dan Pheim Asset Management, saham PP juga diminati oleh PT Jamsostek (Persero).
Pernyataan efektif telah didapatkan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepan-LK) pada 29 Januari 2010. Perseroan mulai menggelar penawaran pada 1 Februari 2010 - 3 Februari 2010. Pencatatan perdana saham sendiri terlaksana pada 9 Pebruari 2010.
Dengan harga penawaran saham Rp 560 per saham, PT PP (Persero) Tbk memperkirakan daapt meraih dana Rp 581 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana sebanyak 21,46% saham atau ekuivalen 1,039 miliar saham. Selain PT Mandiri Sekuritas, penjamin emisi juga dipercayakan kepada PT Danareksa Sekuritas, dan DBS Vickers Securities Indonesia (lead underwriter).
Dana yang akan diperoleh Perseroan akan digunakan untuk melakukan investasi di bidang-bidang yang menjanjikan seperti energi, konstruksi dan properti, dan juga untuk memperkuat modal kerja Perseroan, termasuk untuk kebutuhan pembiayaan proyek yang sedang berjalan dan yang akan dikerjakan Perseroan.
PP juga menargetkan order book (kontrak) sebesar Rp 16,2 triliun di tahun 2010. Nilai tersebut terdiri dari carry over dari 2009 sebesar Rp 3,6 triliun dan kontrak baru sebesar Rp 12,6 triliun atau tumbuh dua kali lipat dari perolehan kontrak baru PT PP di 2009 yakni Rp 6,1 triliun.
(wep/qom)
Dari hasil roadshow ke Singapura dan Hongkong, juga didapat komitmen pembelian dari dua perusahaan investasi, Fidelity dan Pheim Asset Management.
Demikian disampaikan Director-Head of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman, selaku penjamin emisi, dalam rilis yang diterima detikFinance, Senin (1/2/2010).
"PP selama ini mendapatkan apresiasi positif dari kalangan investor baik dalam maupun juga luar negeri. Program roadshow ke Hongkong dan Singapore lalu, terdapat dua perusahaan investasi terkemuka yang sudah menyatakan minatnya terhadap saham PT PP (Persero) Tbk, yaitu Fidelity dan Pheim Asset Management," katanya.
Menurutnya, hasil kelebihan permintaan ini menjadi petanda kepercayaan investor luar negeri terhadap kinerja dan performance perseroan kedepannya. Dimana untuk kalangan investor luar negeri akan dialokasikan sekitar 20% dari total emisi. Selain Fidelity dan Pheim Asset Management, saham PP juga diminati oleh PT Jamsostek (Persero).
Pernyataan efektif telah didapatkan dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepan-LK) pada 29 Januari 2010. Perseroan mulai menggelar penawaran pada 1 Februari 2010 - 3 Februari 2010. Pencatatan perdana saham sendiri terlaksana pada 9 Pebruari 2010.
Dengan harga penawaran saham Rp 560 per saham, PT PP (Persero) Tbk memperkirakan daapt meraih dana Rp 581 miliar dari hasil penawaran umum saham perdana sebanyak 21,46% saham atau ekuivalen 1,039 miliar saham. Selain PT Mandiri Sekuritas, penjamin emisi juga dipercayakan kepada PT Danareksa Sekuritas, dan DBS Vickers Securities Indonesia (lead underwriter).
Dana yang akan diperoleh Perseroan akan digunakan untuk melakukan investasi di bidang-bidang yang menjanjikan seperti energi, konstruksi dan properti, dan juga untuk memperkuat modal kerja Perseroan, termasuk untuk kebutuhan pembiayaan proyek yang sedang berjalan dan yang akan dikerjakan Perseroan.
PP juga menargetkan order book (kontrak) sebesar Rp 16,2 triliun di tahun 2010. Nilai tersebut terdiri dari carry over dari 2009 sebesar Rp 3,6 triliun dan kontrak baru sebesar Rp 12,6 triliun atau tumbuh dua kali lipat dari perolehan kontrak baru PT PP di 2009 yakni Rp 6,1 triliun.
(wep/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
59 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
