Surplus Perdagangan RI 2009 Melonjak Hampir 3 Kali Lipat
Senin, 01/02/2010 15:16 WIB
Jakarta - Surplus neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2009 melonjak hampir 3 kali lipat dibandingkan tahun 2008.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Rusman menyatakan nilai surplus perdagangan Indonesia di 2009 mencapai US$ 19,63 miliar. Sementara pada tahun 2008, surplus neraca perdagangan hanya US$ 7,82 miliar.
"Jadi, hampir 3 kali lipat dibandingkan 2008," ungkapnya.
Namun, Rusman melihat meningkatnya surplus neraca perdagangan Indonesia belum bisa dikatakan ideal karena tidak disertai peningkatan jumlah ekspor impor. Bahkan, jumlah perdagangan ekspor dan impor tahun 2009 menurun dibandingkan tahun 2008.
"Yang paling ideal surplus perdagangan selalu dibentuk oleh ekspor impor yang tinggi. Tapi ini waktu surplus tinggi tapi pada level ekspor impor lebih rendah dibandingkan 2008," ujarnya.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia secara kumulatif selama Januari-Desember 2009 mencapai US$ 116, 49 miliar atau turun 14,98% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang mencapai US$ 137,02 miliar.
Sementara nilai impor Indonesia di 2009 mengalami penurunan 25,01%, dari US$ 129,197 miliar di 2008 menjadi US$ 96,855 miliar di 2010.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/2/2010).
Rusman menyatakan nilai surplus perdagangan Indonesia di 2009 mencapai US$ 19,63 miliar. Sementara pada tahun 2008, surplus neraca perdagangan hanya US$ 7,82 miliar.
"Jadi, hampir 3 kali lipat dibandingkan 2008," ungkapnya.
Namun, Rusman melihat meningkatnya surplus neraca perdagangan Indonesia belum bisa dikatakan ideal karena tidak disertai peningkatan jumlah ekspor impor. Bahkan, jumlah perdagangan ekspor dan impor tahun 2009 menurun dibandingkan tahun 2008.
"Yang paling ideal surplus perdagangan selalu dibentuk oleh ekspor impor yang tinggi. Tapi ini waktu surplus tinggi tapi pada level ekspor impor lebih rendah dibandingkan 2008," ujarnya.
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia secara kumulatif selama Januari-Desember 2009 mencapai US$ 116, 49 miliar atau turun 14,98% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang mencapai US$ 137,02 miliar.
Sementara nilai impor Indonesia di 2009 mengalami penurunan 25,01%, dari US$ 129,197 miliar di 2008 menjadi US$ 96,855 miliar di 2010.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
59 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
