Emas Topang Kinerja Antam di 2009
Selasa, 02/02/2010 11:03 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat penurunan pendapatan 9,84% di tahun 2009. Pertumbuhan kinerja penjualan emas perseroan sebesar 57,75% berhasil menahan laju penurunan harga ferronikel sebesar 33% yang membuat pendapatan ferronikel perseroan turun 40%.
Demikian disampaikan dalam keterangan perseroan yang dipublikasikan, Selasa (2/2/2010).
Pada tahun 2009, ANTM mencatat pendapatan belum diaudit sebesar Rp 8,647 triliun, turun 9,84% dari tahun 2008 sebesar Rp 9,591 triliun. Kontribusi penurunan terbesar berasal dari pendapatan ferronikel.
Produksi ferronikel ANTM sepanjang 2009 sebanyak 12.550 ton, turun 29% dari tahun 2008 sebanyak 17.566 ton. Volume penjualan ferronikel di 2009 sebanyak 14.191 ton, turun 17% dari tahun 2008 sebanyak 17.025 ton.
Harga rata-rata ferronikel yang diterima perseroan tahun 2009 sebesar US$ 6,63/lb, turun 33% dari tahun 2008 sebesar US$ 9,91/lb. Hal menyebabkan pendapatan ferronikel ANTM tercatat sebesar 2,106 triliun di 2009, turun 40% dari tahun 2008 sebesar Rp 3,517 triliun.
Produksi bijih nikel ANTM di 2009 sebanyak 5,782 juta wmt, turun 12% dari tahun 2008 sebanyak 6,571 juta wmt. Volume penjualan bijih nikel sebanyak 4,901 juta wmt, turun 8% dari tahun sebelumnya sebanyak 5,342 juta wmt. Pendapatan dari bijih nikel perseroan tercatat sebesar Rp 1,673 triliun, turun 43,38% dari tahun 2008 sebesar Rp 2,955 triliun.
Produksi emas ANTM di 2009 sebanyak 2.626 kilogram, turun 7% dari tahun 2008 sebanyak 2.832 kg. Volume penjualan emas ANTM tercatat sebanyak 12.893 kg, naik 31% dari sebelumnya 9.820 kg.
Harga rata-rata pendapatan emas yang diterima perseroan sebesar US$ 970,97/toz, naik 11% dari sebelumnya US$ 873/toz. Pendapatan emas ANTM di pasar ekspor tercatat sebesar Rp 1,614 triliun, turun 23% dari sebelumnya Rp 2,098 triliun.
Namun pendapatan emas ANTM di pasar domestik mencapai Rp 2,706 triliun, melejit 322% dari sebelumnya Rp 641,011 miliar. Total pendapatan emas ANTM di pasar ekspor dan domestik mencapai Rp 4,321 triliun, naik 57,75% dari tahun 2008 sebesar Rp 2,739 triliun.
Ini berarti pendapatan emas ANTM mengambil porsi sebesar 49,97% dari total pendapatan ANTM di 2009 atau menyumbang kontribusi tertinggi ketimbang pendapatan dari ferronikel yang sebesar 40,67% dan penjualan bijih nikel yang hanya sebesar 19,34%.
(dro/qom)
Demikian disampaikan dalam keterangan perseroan yang dipublikasikan, Selasa (2/2/2010).
Pada tahun 2009, ANTM mencatat pendapatan belum diaudit sebesar Rp 8,647 triliun, turun 9,84% dari tahun 2008 sebesar Rp 9,591 triliun. Kontribusi penurunan terbesar berasal dari pendapatan ferronikel.
Produksi ferronikel ANTM sepanjang 2009 sebanyak 12.550 ton, turun 29% dari tahun 2008 sebanyak 17.566 ton. Volume penjualan ferronikel di 2009 sebanyak 14.191 ton, turun 17% dari tahun 2008 sebanyak 17.025 ton.
Harga rata-rata ferronikel yang diterima perseroan tahun 2009 sebesar US$ 6,63/lb, turun 33% dari tahun 2008 sebesar US$ 9,91/lb. Hal menyebabkan pendapatan ferronikel ANTM tercatat sebesar 2,106 triliun di 2009, turun 40% dari tahun 2008 sebesar Rp 3,517 triliun.
Produksi bijih nikel ANTM di 2009 sebanyak 5,782 juta wmt, turun 12% dari tahun 2008 sebanyak 6,571 juta wmt. Volume penjualan bijih nikel sebanyak 4,901 juta wmt, turun 8% dari tahun sebelumnya sebanyak 5,342 juta wmt. Pendapatan dari bijih nikel perseroan tercatat sebesar Rp 1,673 triliun, turun 43,38% dari tahun 2008 sebesar Rp 2,955 triliun.
Produksi emas ANTM di 2009 sebanyak 2.626 kilogram, turun 7% dari tahun 2008 sebanyak 2.832 kg. Volume penjualan emas ANTM tercatat sebanyak 12.893 kg, naik 31% dari sebelumnya 9.820 kg.
Harga rata-rata pendapatan emas yang diterima perseroan sebesar US$ 970,97/toz, naik 11% dari sebelumnya US$ 873/toz. Pendapatan emas ANTM di pasar ekspor tercatat sebesar Rp 1,614 triliun, turun 23% dari sebelumnya Rp 2,098 triliun.
Namun pendapatan emas ANTM di pasar domestik mencapai Rp 2,706 triliun, melejit 322% dari sebelumnya Rp 641,011 miliar. Total pendapatan emas ANTM di pasar ekspor dan domestik mencapai Rp 4,321 triliun, naik 57,75% dari tahun 2008 sebesar Rp 2,739 triliun.
Ini berarti pendapatan emas ANTM mengambil porsi sebesar 49,97% dari total pendapatan ANTM di 2009 atau menyumbang kontribusi tertinggi ketimbang pendapatan dari ferronikel yang sebesar 40,67% dan penjualan bijih nikel yang hanya sebesar 19,34%.
(dro/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
59 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
