detikfinance

Pendarahan Otak, Orang Terkaya Singapura Meninggal

Nurul Qomariyah - detikfinance
Selasa, 02/02/2010 14:28 WIB
Foto: Reuters
Singapura - Taipan properti Singapura, Ng Teng Fong meninggal dunia pada usia 82 tahun. Orang terkaya Singapura itu meninggal setelah sempat menjalani operasi menyusul pendarahan otak pada 23 Januari lalu.

Menurut juru bicara keluarga, seperti dikutip dari AFP, Ng meninggal pada Selasa (2/2/2010) pagi di Singapura.

Ng tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Singapura versi majalah Forbes dengan nilai kekayaan mencapai US$ 8 miliar. Ng juga menduduki posisi ke-87 dalam daftar orang terkaya di dunia pada tahun 2009.

Ng dan keluarganya merupakan pemilik dari Far East Organisation dan Sino Group. Jika digabung, perusahaan milik Ng ini menjadi kelompok usaha properti terbesar di Asia dengan aset mencapai lebih dari US$ 40 miliar.

Perusahaan milik Ng menguasai hampir seperempat pasar perumahan di Singapura. Far East Organisation tercatat mengelola 700 hotel, mal dan kondominium di Singapura dan Hong Kong serta menguasai jaringan Hotel Fullerton Singapura.

Pria yang memiliki 6 anak ini juga dikenal dengan kesederhanaannya. Hingga meninggal dunia, Ng memilih tinggal di rumahnya yang sudah berusia 30 tahun.

(qom/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.