Pengumuman Penunggak Pajak Tingkatkan Risiko Investasi BUMN
Selasa, 02/02/2010 15:22 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperkirakan publikasi daftar 100 perusahaan penunggak pajak akan mempengaruhi resiko investasi di sejumlah perusahaan pelat merah, terutama BUMN yang masuk dalam daftar tersebut. Padahal, daftar tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, salah dampak yang terjadi adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja perusahaan milik negara. Belum lagi meningkatnya risiko bisnis tersebut muncul dari persepsi mitra kerja yang selama ini menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan milik pemerintah.
"Saya setuju kalau diumumkan, tapi harus jelas kriterianya. Dampaknya kan ke kepercayaan orang, kalau begini bisa menaikkan resiko bisnis BUMN," ungkapnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/1/2010).
Ia memberi contoh, masuknya PT Pertamina (Persero) dalam 100 perusahaan penunggak pajak terbesar itu dikhawatirkan akan meningkatkan cost of money BUMN minyak tersebut. Menurut Said pada tahun 2010 ini, size bisnis Pertamina diperkirakan Rp 380 triliun.
"Kalau resiko bisnisnya naik 1 persen saja, ada resiko kehilangan Rp Rp 3,8 triliun," imbuhnya.
Selain itu, daftar pajak yang tidak akurat itu juga bisa menurunkan rating perusahaan, terutama jika BUMN itu akan melakukan aksi korporasi seperti penerbitan obligasi dan mencari pinjaman perbankan.
"Kalau mau minjam uang nanti di pemberi kredit bisa menaikkan suku bunganya karena menilai BUMN itu tidak sehat, bayar pajak saja menunggak," katanya.
Menurut Said, hingga kini pihaknya sedang terus melakukan koordinasi dengan Ditjen Pajak untuk menyelesaikan masalah tunggakan pajak yang diduga terjadi pada BUMN. Komunikasi menjadi penting karena masih adanya perbedaan persepsi terhadap sejumlah ketentuan perpajakan.
(ang/dnl)
Menurut Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, salah dampak yang terjadi adalah ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja perusahaan milik negara. Belum lagi meningkatnya risiko bisnis tersebut muncul dari persepsi mitra kerja yang selama ini menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan milik pemerintah.
"Saya setuju kalau diumumkan, tapi harus jelas kriterianya. Dampaknya kan ke kepercayaan orang, kalau begini bisa menaikkan resiko bisnis BUMN," ungkapnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/1/2010).
Ia memberi contoh, masuknya PT Pertamina (Persero) dalam 100 perusahaan penunggak pajak terbesar itu dikhawatirkan akan meningkatkan cost of money BUMN minyak tersebut. Menurut Said pada tahun 2010 ini, size bisnis Pertamina diperkirakan Rp 380 triliun.
"Kalau resiko bisnisnya naik 1 persen saja, ada resiko kehilangan Rp Rp 3,8 triliun," imbuhnya.
Selain itu, daftar pajak yang tidak akurat itu juga bisa menurunkan rating perusahaan, terutama jika BUMN itu akan melakukan aksi korporasi seperti penerbitan obligasi dan mencari pinjaman perbankan.
"Kalau mau minjam uang nanti di pemberi kredit bisa menaikkan suku bunganya karena menilai BUMN itu tidak sehat, bayar pajak saja menunggak," katanya.
Menurut Said, hingga kini pihaknya sedang terus melakukan koordinasi dengan Ditjen Pajak untuk menyelesaikan masalah tunggakan pajak yang diduga terjadi pada BUMN. Komunikasi menjadi penting karena masih adanya perbedaan persepsi terhadap sejumlah ketentuan perpajakan.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
59 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
