9 Sektor Industri Dapat BM-DTP Senilai Rp 1,2 Triliun
Rabu, 03/02/2010 13:42 WIB
Jakarta - Kementerian Perindustrian memastikan ada 9 sektor industri yang menerima fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (BM-DTP) senilai Rp 1,2 Triliun pada 2010 ini. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun lalu yang mencakup 12 sektor dengan anggaran Rp 1,3 triliun.
Sembilan sektor itu adalah:
"Permenkeu yang secara umum sudah diteken, untuk yang setiap komoditi sudah dalam proses," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Dedy Mulyadi saat ditemui dikantornya, Jakarta, Rabu (3/2/2010).
Tanggal 18 Januari 2010 lalu menteri keuangan telah menandatangani PMK No 07/PMK.011/2010 tentang bea masuk ditanggung pemerintah atas impor barang dan bahan untuk memproduksi barang dan atau jasa guna kepentingan umum dan peningkatan daya saing industri sektor tertentu untuk tahun anggaran 2010.
Dedy menjelaskan pada tahun lalu serapan anggaran BM-DTP hanya mencapai 24% karena programnya baru dimulai pada bulan Juli 2009. Saat ini ia optimis serapan anggaran BM-DTP sebesar Rp 1,2 triliun bisa terserap penuh karena sudah dimulai pada awal tahun.
"Jadi sekarang ini lebih awal, jadi optimis bisa 100%, biar industri kita bisa bangkit," terang Dedy.
(hen/qom)
Sembilan sektor itu adalah:
- Komponen otomotif
- Komponen elektronika,
- Peralatan komponen telematika,
- Sorbitol,
- Bahan baku plastik,
- Bahan baku karpet,
- Komponen alat berat komponen,
- Komponen perkapalan dan
- Peralatan penunjang PLTU.
"Permenkeu yang secara umum sudah diteken, untuk yang setiap komoditi sudah dalam proses," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Dedy Mulyadi saat ditemui dikantornya, Jakarta, Rabu (3/2/2010).
Tanggal 18 Januari 2010 lalu menteri keuangan telah menandatangani PMK No 07/PMK.011/2010 tentang bea masuk ditanggung pemerintah atas impor barang dan bahan untuk memproduksi barang dan atau jasa guna kepentingan umum dan peningkatan daya saing industri sektor tertentu untuk tahun anggaran 2010.
Dedy menjelaskan pada tahun lalu serapan anggaran BM-DTP hanya mencapai 24% karena programnya baru dimulai pada bulan Juli 2009. Saat ini ia optimis serapan anggaran BM-DTP sebesar Rp 1,2 triliun bisa terserap penuh karena sudah dimulai pada awal tahun.
"Jadi sekarang ini lebih awal, jadi optimis bisa 100%, biar industri kita bisa bangkit," terang Dedy.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
59 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
