Akuisisi Produsen Gas, PGN Siapkan Rp 3,4 Triliun
Kamis, 04/02/2010 12:28 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan dana Rp 3,4 triliun untuk mengakuisisi perusahaan produsen gas dalam negeri tahun ini. Dana tersebut seluruhnya diambil dari kas internal perseroan.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso usai penandatangan kerjasama dengan Pertamina di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (4/2/2010).
"Kita investasikan dana hasil dari hilir untuk perkuat hulu dalam rangka stabilitas dan ketersediaan pasokan gas," katanya.
Ia menambahkan, sudah ada beberapa perusahaan yang sedang dilirik oleh perseroan. Namun sayangnya, ia bersikeras untuk tidak membuka identitas perusahaan yang sedang diincar tersebut, begitu pula dengan jumlahnya.
Pasalnya, menurut Hendi, hal itu bisa mengganggu jalannya proses negosiasi yang saat ini sedang dalam proses. "Jangan dululah, nanti kalau sampai muncul namanya bisa mengganggu negosiasi," ucapnya.
Ia mengatakan, uang sebanyak Rp 3,4 triliun itu hanya modal awal untuk akuisisi. Jika diperlukan, angkanya bisa naik hingga 5 kali lipat. Tambahan dananya, bisa dicari melalui pinjaman perbankan.
"Bisa meningkat sekitar 5 kali lipat, mungkin sekitar Rp 10-15 triliun," imbuhnya.
Menurutnya, akuisisi perusahaan produsen gas tersebut dilakukan untuk menambah pasokan gas perseroan yang saat ini jaringan distribusinya belum terisi penuh.
"Kita akan masuk minoritas dulu saja, yang penting keamanan pasokan dulu saja," katanya.
(ang/dnl)
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso usai penandatangan kerjasama dengan Pertamina di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (4/2/2010).
"Kita investasikan dana hasil dari hilir untuk perkuat hulu dalam rangka stabilitas dan ketersediaan pasokan gas," katanya.
Ia menambahkan, sudah ada beberapa perusahaan yang sedang dilirik oleh perseroan. Namun sayangnya, ia bersikeras untuk tidak membuka identitas perusahaan yang sedang diincar tersebut, begitu pula dengan jumlahnya.
Pasalnya, menurut Hendi, hal itu bisa mengganggu jalannya proses negosiasi yang saat ini sedang dalam proses. "Jangan dululah, nanti kalau sampai muncul namanya bisa mengganggu negosiasi," ucapnya.
Ia mengatakan, uang sebanyak Rp 3,4 triliun itu hanya modal awal untuk akuisisi. Jika diperlukan, angkanya bisa naik hingga 5 kali lipat. Tambahan dananya, bisa dicari melalui pinjaman perbankan.
"Bisa meningkat sekitar 5 kali lipat, mungkin sekitar Rp 10-15 triliun," imbuhnya.
Menurutnya, akuisisi perusahaan produsen gas tersebut dilakukan untuk menambah pasokan gas perseroan yang saat ini jaringan distribusinya belum terisi penuh.
"Kita akan masuk minoritas dulu saja, yang penting keamanan pasokan dulu saja," katanya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
59 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
