Piutang Pertamina ke 'Saudara' Capai Rp 25,07 Triliun
Kamis, 04/02/2010 13:14 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) masih memiliki sejumlah piutang ke BUMN dan pemerintah yang totalnya mencapai Rp 25,07 triliun. Piutang tersebut antara lain ke PLN, TNI, Departemen Keuangan, Garuda dan Merpati.
Untuk piutang ke PLN dalam rangka pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) tersisa Rp 8,3 triliun per 31 Desember 2009. Angka ini turun jauh dibandingkan utang PLN ke Pertamina yang sempat mencapai Rp 44 triliun.
Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Ferederick Siahaan dalam rapat dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2010).
"PLN sudah mengalami kemajuan yang sangat signifikan yaitu Rp 8,3 triliun per 31 Desember 2009, dimana ada Rp 4 triliun sisa yang sudah direstrukturisi. Utang ini sudah jauh turun dari puncaknya Rp 44 triliun," ujarnya.
Ferederick memperkirakan untuk tahun ini kemungkinan TNI akan memiliki utang yang paling besar kepada Perseroan. Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan anggaran TNI di dalam Anggaran Pendapatan Belanja
Negara (APBN).
"Utang TNI sendiri hingga 31 Desember tercatat Rp 6,2 triliun," kata dia.
Selain PLN dan TNI, pihak-pihak lain yang masih memiliki utang kepada Pertamina yaitu Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM sebesar Rp 4,4 triliun untuk paket program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kilogram (Kg).
"Diharapkan bisa selesai bulan ini, kita masih tunggu verifikasi," kata dia.
Sementara untuk Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan memiliki utang sebesar Rp 3,27 triliun untuk subsidi dan refill elpiji 3 Kg tahun 2009.
"Memang disepakati Depkeu dan Pertamina, subsidi bbm dan elpiji isi ulang dianggap final kalau sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan," ungkap dia.
Sementara untuk Garuda saat ini masih memiliki utang sebesar Rp 541 miliar. Angka tersebut merupakan sisa utang Garuda setelah restruksisasi hampir Rp 800 jadi surat utang jangka panjang selama 7 tahun dan sudah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sedangkan TPPI masih memiliki utang sebesar Rp 1,99 triliun dan Merpati masih tersisa utang sebesar Rp 8 miliar.
(epi/qom)
Untuk piutang ke PLN dalam rangka pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) tersisa Rp 8,3 triliun per 31 Desember 2009. Angka ini turun jauh dibandingkan utang PLN ke Pertamina yang sempat mencapai Rp 44 triliun.
Hal tersebut disampaikan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Ferederick Siahaan dalam rapat dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2010).
"PLN sudah mengalami kemajuan yang sangat signifikan yaitu Rp 8,3 triliun per 31 Desember 2009, dimana ada Rp 4 triliun sisa yang sudah direstrukturisi. Utang ini sudah jauh turun dari puncaknya Rp 44 triliun," ujarnya.
Ferederick memperkirakan untuk tahun ini kemungkinan TNI akan memiliki utang yang paling besar kepada Perseroan. Hal ini terjadi karena adanya keterbatasan anggaran TNI di dalam Anggaran Pendapatan Belanja
Negara (APBN).
"Utang TNI sendiri hingga 31 Desember tercatat Rp 6,2 triliun," kata dia.
Selain PLN dan TNI, pihak-pihak lain yang masih memiliki utang kepada Pertamina yaitu Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM sebesar Rp 4,4 triliun untuk paket program konversi minyak tanah ke elpiji 3 Kilogram (Kg).
"Diharapkan bisa selesai bulan ini, kita masih tunggu verifikasi," kata dia.
Sementara untuk Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan memiliki utang sebesar Rp 3,27 triliun untuk subsidi dan refill elpiji 3 Kg tahun 2009.
"Memang disepakati Depkeu dan Pertamina, subsidi bbm dan elpiji isi ulang dianggap final kalau sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan," ungkap dia.
Sementara untuk Garuda saat ini masih memiliki utang sebesar Rp 541 miliar. Angka tersebut merupakan sisa utang Garuda setelah restruksisasi hampir Rp 800 jadi surat utang jangka panjang selama 7 tahun dan sudah disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sedangkan TPPI masih memiliki utang sebesar Rp 1,99 triliun dan Merpati masih tersisa utang sebesar Rp 8 miliar.
(epi/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
59 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
