BI: Yang Punya dan Tak Punya OJK Sama-sama Babak Belur
Jumat, 05/02/2010 14:33 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Tahun ini Bank Indonesia (BI) harus melepaskan kewenangannya dalam pengawasan dan regulator perbankan sesuai dengan UU BI. Namun BI sepertinya belum rela melepaskan kewenangannya ini dan diserahkan kepada lembaga baru yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, jika belajar dari krisis ekonomi global yang terjadi di 2008, tidak ada perbedaan antara negara-negara yang memiliki OJK atau tidak.
"Memang kalau kita pelajari krisis terakhir tidak ada pegangan yang kuat. Kayak Inggris yang punya OJK saja babak belur dan yang tidak punya seperti AS lebih babak belur lagi," katanya saat ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (5/2/2010).
"Jadi sekarang ini kelihatannya kita bicara substansi, kita pikirkan mana yang paling pas, mudah, dan untuk melaksanakannya dengan benar-benar," tambahnya.
Darmin mengatakan, dalam pembahasan masalah OJK antara BI dengan Kementerian Keuangan, masih ada 2 alternatif kemungkinan yang menjadi pertimbangan kedua lembaga tersebut. Yaitu apakah pengawasan perbankan tetap dipegang BI atau OJK sebagai lembaga independen.
"Namun dari 2 alternatif itu bukan pertentangan pendapat. Dari dulu juga memang bukan pertentangan pendapat," tegasnya.
Sementara saat ditanya mengenai keinginan BI untuk ambil bagian dalam komisioner OJK nanti, Darmin tidak dengan tegas mengiyakan.
Darmin mengatakan antara BI dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, masing-masing mempunyai kekuatan dan kelemahan. "Jadi mari kita bicarakan lagi dengan DPR. Kita bicarakan semua demi kepentingan bangsa," katanya.
Saat ini, rancangan bentuk OJK masih dibahas, dan posisinya dalam lembaga negara juga dibahas seperti apa.
Setelah kasus Century, BI seringkali disalahkan karena lemahnya pengawasan perbankan. Karena itu wacana pembentukan OJK semakin menguat. Apalagi sesuai UU, BI harus melepaskan kewenangannya itu di tahun ini.
(dnl/qom)
Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, jika belajar dari krisis ekonomi global yang terjadi di 2008, tidak ada perbedaan antara negara-negara yang memiliki OJK atau tidak.
"Memang kalau kita pelajari krisis terakhir tidak ada pegangan yang kuat. Kayak Inggris yang punya OJK saja babak belur dan yang tidak punya seperti AS lebih babak belur lagi," katanya saat ditemui di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (5/2/2010).
"Jadi sekarang ini kelihatannya kita bicara substansi, kita pikirkan mana yang paling pas, mudah, dan untuk melaksanakannya dengan benar-benar," tambahnya.
Darmin mengatakan, dalam pembahasan masalah OJK antara BI dengan Kementerian Keuangan, masih ada 2 alternatif kemungkinan yang menjadi pertimbangan kedua lembaga tersebut. Yaitu apakah pengawasan perbankan tetap dipegang BI atau OJK sebagai lembaga independen.
"Namun dari 2 alternatif itu bukan pertentangan pendapat. Dari dulu juga memang bukan pertentangan pendapat," tegasnya.
Sementara saat ditanya mengenai keinginan BI untuk ambil bagian dalam komisioner OJK nanti, Darmin tidak dengan tegas mengiyakan.
Darmin mengatakan antara BI dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, masing-masing mempunyai kekuatan dan kelemahan. "Jadi mari kita bicarakan lagi dengan DPR. Kita bicarakan semua demi kepentingan bangsa," katanya.
Saat ini, rancangan bentuk OJK masih dibahas, dan posisinya dalam lembaga negara juga dibahas seperti apa.
Setelah kasus Century, BI seringkali disalahkan karena lemahnya pengawasan perbankan. Karena itu wacana pembentukan OJK semakin menguat. Apalagi sesuai UU, BI harus melepaskan kewenangannya itu di tahun ini.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
60 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
