detikfinance

Permintaan Obligasi Star Energy Capai US$ 1 Miliar

Indro Bagus SU - detikfinance
Jumat, 05/02/2010 14:52 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Permintaan investor atas obligasi PT Star Energy mencapai US$ 1 miliar, lebih tinggi 185,71% dari rencana penerbitan sebesar US$ 350 juta. Kupon bunga obligasi ditetapkan sebesar 11,5%.

"Permintaannya mencapai US$ 1 miliar," ujar sumber detikFinance, Jumat (5/2/2010).

Padahal, rencana penerbitan hanya sebesar US$ 350 juta. Dananya akan digunakan untuk membiayai kembali utang (refinancing) sebesar US$ 262 juta dan sisanya untuk modal kerja.

Star Energy akan merampungkan proses penawaran obligasinya sore ini. Obligasi yang akan diterbitkan dengan jangka waktu 5 tahun ini memperoleh peringkat B+ dari Fitch Ratings. "Kupon bunganya 11,5%," ujar sumber tersebut.

Untuk penerbitan obligasi ini, perseroan menunjuk Barclays Capital, Nomura Holdings Inc dan Standard Chartered Plc sebagai pihak yang membantu penjualan surat utang tersebut.

Sementara kerabatnya PT Chandra Asri telah menetapkan nilai obligasi yang akan diterbitkannya sebesar US$ 230 juta dengan kupon 12,875% berjangka waktu 5 tahun. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk membayar utang jatuh tempo (refinancing) dan membangun butadiene cracker.

"Obligasi ini akan dicatatkan di Singapura pada 17 Fabruari 2010. Guarantor (penjamin) obligasi, Chandra Asri dan PT Styrindo Mono Indonesia," kata Investor Relations PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Agustino Sudjono saat dihubungi detikFinance.

Barito merupakan induk usaha CHandra Asri. Star Energy dan Barito merupakan dua perusahaan yang dikendalikan oleh pengusaha Prayogo Pangestu.

 



(dro/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?