Cadangan Minyak Blok Pertamina di Australia Anjlok 80%
Jumat, 05/02/2010 17:12 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Cadangan Blok Basker-Manta-Gummy ( BMG) milik Roc Oil Company Limited, Australia mengalami penurunan dari 18 Juta barel menjadi hanya 3 hingga 5 juta barel. Pertamina memiliki 10 persen saham di Blok tersebut.
Berdasarkan situs resmi ROC Oil Company yang dikutip detikFinance, Jumat (5/2/2010), penurunan cadangan tersebut merupakan hasil dari simulasi reservoir awal yang dilakukan oleh ROC.
"ROC telah menggandeng konsultan independen, RISC (Resource Investment Strategy Consultants) untuk mereview hasil simulasi reservoir dan perkiraan cadangan yang telah dilakukan ROC," kata situs resmi ROC tersebut.
Hasil review yang dilakukan oleh RISC tersebut akan selesai pada akhir Februari mendatang dan rencanannya hasil review itu akan dibandingkan dengan hasil simulasi reservoir awal yang dihasilkan ROC pada 31 Desember 2009.
Selain itu, saat ini ROC juga sedang mengevaluasi rencana pengembangan fase pertama proyek minyak dan fase dua proyek gas di blok BMG Gas Fase-2.
Adapun kepemilikan saham di Blok tersebut terdiri dari 30 persen saham dimiliki Roc Oil (VIC) Pty Limited (Operator ), Pantai Energy Limited sebesar 30 persen, CIECO Eksplorasi dan Produksi (Australia) Pty Ltd sebanyak 20 persen, Sojitz Energi Australia Pty Ltd sekitar 10 persen dan Pertamina Hulu Energi Australia Pty Ltd sekitar 10 persen
PT Pertamina Hulu Energi Australia, anak usaha PT Pertamina (Persero) membeli saham sebesar 10% pada Basker Manta Gummy Project dari Roc Oil Company Limited, Australia senilai AUD 31.5 Juta pada tanggal 27 Mei 2009.
Sementara itu, Direktur Usaha Internasional Pertamina Hulu Energi Dwi Martono menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian lembaga independen yang dilakukan oleh RISC yang akan selesai pada akhir Februari.
"Evaluasi itukan belum selesai, kami masih menunggu hasil kajian teknis dari lembaga independen baru bisa komentar," kata dia saat dihubungi detikFinance.
Dwi juga enggan mengomentari berapa besar kerugian yang dialami Pertamina dari turunnya cadangan di blok tersebut. "Belum bisa dipastikan rugi atau tidak karena kami masih tunggu hasil kajian tim independen," tandasnya.
(epi/dro)
Berdasarkan situs resmi ROC Oil Company yang dikutip detikFinance, Jumat (5/2/2010), penurunan cadangan tersebut merupakan hasil dari simulasi reservoir awal yang dilakukan oleh ROC.
"ROC telah menggandeng konsultan independen, RISC (Resource Investment Strategy Consultants) untuk mereview hasil simulasi reservoir dan perkiraan cadangan yang telah dilakukan ROC," kata situs resmi ROC tersebut.
Hasil review yang dilakukan oleh RISC tersebut akan selesai pada akhir Februari mendatang dan rencanannya hasil review itu akan dibandingkan dengan hasil simulasi reservoir awal yang dihasilkan ROC pada 31 Desember 2009.
Selain itu, saat ini ROC juga sedang mengevaluasi rencana pengembangan fase pertama proyek minyak dan fase dua proyek gas di blok BMG Gas Fase-2.
Adapun kepemilikan saham di Blok tersebut terdiri dari 30 persen saham dimiliki Roc Oil (VIC) Pty Limited (Operator ), Pantai Energy Limited sebesar 30 persen, CIECO Eksplorasi dan Produksi (Australia) Pty Ltd sebanyak 20 persen, Sojitz Energi Australia Pty Ltd sekitar 10 persen dan Pertamina Hulu Energi Australia Pty Ltd sekitar 10 persen
PT Pertamina Hulu Energi Australia, anak usaha PT Pertamina (Persero) membeli saham sebesar 10% pada Basker Manta Gummy Project dari Roc Oil Company Limited, Australia senilai AUD 31.5 Juta pada tanggal 27 Mei 2009.
Sementara itu, Direktur Usaha Internasional Pertamina Hulu Energi Dwi Martono menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian lembaga independen yang dilakukan oleh RISC yang akan selesai pada akhir Februari.
"Evaluasi itukan belum selesai, kami masih menunggu hasil kajian teknis dari lembaga independen baru bisa komentar," kata dia saat dihubungi detikFinance.
Dwi juga enggan mengomentari berapa besar kerugian yang dialami Pertamina dari turunnya cadangan di blok tersebut. "Belum bisa dipastikan rugi atau tidak karena kami masih tunggu hasil kajian tim independen," tandasnya.
(epi/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 17:26 WIB
Ini Dia Negara Pelanggan Sepatu Kelas Dunia Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
60 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
