detikfinance

Surplus Neraca Perdagangan RI Bakal Tergerus di 2010

Nurul Qomariyah - detikfinance
Minggu, 07/02/2010 17:56 WIB
Jakarta - Surplus neraca perdagangan Indonesia di tahun 2010 diprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009. Hal ini akan menyebabkan tekanan pada neraca transaksi berjalan yang selanjutnya akan menekan neraca pembayaran Indonesia.

"Jika hal ini terjadi, maka rupiah berpotensi akan melemah pada 2010 dibandingkan tahun 2009," jelas Anton Hendranata, ekonom dari Bank Danamon dalam tinjauan ekonomi bulanannya yang dikutip detikFinance, Minggu (7/2/2010).

Anton menjelaskan, neraca perdagangan Indoensia selama tahun 2009 tercatat sebesar US$ 19,6 miliar. Surplus ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya US$ 7,9 miliar.

"Sangat tingginya surplus perdagangan selama tahun 2009 karena penurunan impor yang sangat tajam akibat lemahnya perekonomian domestik, walaupun ekspor juga mengalami penurunan karena kondisi resesi ekonomi global," urai Anton.

Ia menjelaskan, setelah kinerja ekspor-impor mengalami keterpurukan selama 11 bulan 2009, maka pemulihan mulai terjadi di penghujung 2009. Ekspor dan impor tahunan pada bulan Desember 2009 tumbuh secara luar biasa, masing-masing sebesar 49,8% dan 34,2%.

Peran China sebagai tujuan ekspor Indonesia, yang kebanyakan berupa komoditi primer juga semakin meningkat. Dan dengan adanya kerjasama ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), tekanan naiknya permintaan impor barang akan jauh lebih besar dibandingkan tahun 2009. Hal itu akan berdampak pada berkurangnya surplus neraca Indonesia.

Berkurangnya surplus neraca perdagangan itu pada akhirnya akan berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah. Anton memperkirakan rupiah akan berada di kisaran 9.500 per dolar AS hingga akhir tahun 2010.

Hal itu dengan melihat tren pergerakan rupiah selama Januari yang mulai kurang bertenaga, trend penguatan indeks Dolar AS dan kecenderungan beberapa negara yang menaikkan suku bunga acuannya seperti Australia dan China. Ditambah pula neraca pembayaran Indonesia yang diprediksi mengalami penurunan.



(qom/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?