Kontribusi Ekonomi Kreatif ke PDB Ditargetkan 9%
Senin, 08/02/2010 17:03 WIB
Jakarta - Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 9% hingga 5-10 tahun mendatang.
Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Mari mengaku makin bangga dengan semakin banyaknya anak-anak muda Indonesia yang terjun ke dunia industri kreatif. Diharapkan dalam tempo 5-10 tahun mendatang kontribusi ekonomi kreatif dapat mencapai 9% dari PDB. Sementara itu, untuk tahun 2009 kontribusi ekonomi kreatif pada PDB sebesar 7,6%.
"Ekonomi kreatif ini potensinya besar sekali. Tanpa UKM saja 6,3%, kalau UKM masuk kontribusinya terhadap PDB mencapai 7,6%.
Mari menilai potensi industri kreatif memang lebih banyak dilakukan oleh anak-anak muda karena berdasarkan demografi penduduk Indonesia memang didominasi oleh anak muda berusia di bawah 29 tahun.
"50% penduduk kita di bawah 29 tahun, banyak market-nya. Konsumen produksi kreatif banyak di anak muda," jelasnya.
Mari menambahkan potensi industri kreatif terutama di industri film semakin terbuka lebar dengan meningkatnya komposisi film lokal dibandingkan film asing.
"Sekarang 60% film Indonesia, 40% film luar" ujar Mari.
(nia/dnl)
Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Mari mengaku makin bangga dengan semakin banyaknya anak-anak muda Indonesia yang terjun ke dunia industri kreatif. Diharapkan dalam tempo 5-10 tahun mendatang kontribusi ekonomi kreatif dapat mencapai 9% dari PDB. Sementara itu, untuk tahun 2009 kontribusi ekonomi kreatif pada PDB sebesar 7,6%.
"Ekonomi kreatif ini potensinya besar sekali. Tanpa UKM saja 6,3%, kalau UKM masuk kontribusinya terhadap PDB mencapai 7,6%.
Mari menilai potensi industri kreatif memang lebih banyak dilakukan oleh anak-anak muda karena berdasarkan demografi penduduk Indonesia memang didominasi oleh anak muda berusia di bawah 29 tahun.
"50% penduduk kita di bawah 29 tahun, banyak market-nya. Konsumen produksi kreatif banyak di anak muda," jelasnya.
Mari menambahkan potensi industri kreatif terutama di industri film semakin terbuka lebar dengan meningkatnya komposisi film lokal dibandingkan film asing.
"Sekarang 60% film Indonesia, 40% film luar" ujar Mari.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
60 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
