RI Masih 'Diatur' Kreditur
Senin, 08/02/2010 18:24 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Sampai saat ini sebesar 40% dari total Hibah dan Pinjaman Luar Negeri (HPLN) yang didapatkan pemerintah Indonesia masih berupa tied loan atau pinjaman dengan persyaratan ketat.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Menteri PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan dalam konferensi pers di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Syahrial menjelaskan, selama ini pinjaman lunak (berbunga rendah) yang diterima Indonesia biasanya bersifat tied loan. "Selama ini kan ada yang overlap, hibah atau pinjaman ke satu proyek yang sama," ujarnya.
Dengan tied loan, biasanya pemberi pinjaman (kreditur) memberikan aturan dan syarat teknis dalam pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan. Semua teknis pengerjaan proyek diatur kreditur termasuk material, desain, dan tenaga kerja.
Namun, untuk dua tahun ke depan, pemerintah menargetkan untuk bisa terbebas dari tight loan sehingga tidak ada lagi aturan yang mengikat, baik dalam pinjaman maupun hibah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menyatakan, dengan adanya Komitmen Jakarta yang ditandatangani oleh Indonesia dengan negara atau lembaga donor, maka negara atau lembaga donor tersebut wajib untuk mengikuti tata cara yang telah ditetapkan apabila ingin melimpahkan hibah ataupun pinjaman.
"Sebetulnya tahun 2012 kita ada di depan, dia (negara kreditur) nggak bisa atur-atur kita. Itu sudah ada di RPJMN (Rencana Menengah Jangka Panjang), mereka harus ikut kita," jelasnya.
Pada tahun 2009, terdapat 26 negara mitra pembangunan Indonesia telah berkomitmen dengan pemerintah Indonesia tata cara pemberian hibah dan pinjaman, komitmen ini tertuang dalam Komitmen Jakarta.
"Ada 26 negara itu sudah mencapai sekitar 98% dari total (negara) partner," tambahnya.
(nia/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Menteri PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan dalam konferensi pers di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Syahrial menjelaskan, selama ini pinjaman lunak (berbunga rendah) yang diterima Indonesia biasanya bersifat tied loan. "Selama ini kan ada yang overlap, hibah atau pinjaman ke satu proyek yang sama," ujarnya.
Dengan tied loan, biasanya pemberi pinjaman (kreditur) memberikan aturan dan syarat teknis dalam pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan. Semua teknis pengerjaan proyek diatur kreditur termasuk material, desain, dan tenaga kerja.
Namun, untuk dua tahun ke depan, pemerintah menargetkan untuk bisa terbebas dari tight loan sehingga tidak ada lagi aturan yang mengikat, baik dalam pinjaman maupun hibah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menyatakan, dengan adanya Komitmen Jakarta yang ditandatangani oleh Indonesia dengan negara atau lembaga donor, maka negara atau lembaga donor tersebut wajib untuk mengikuti tata cara yang telah ditetapkan apabila ingin melimpahkan hibah ataupun pinjaman.
"Sebetulnya tahun 2012 kita ada di depan, dia (negara kreditur) nggak bisa atur-atur kita. Itu sudah ada di RPJMN (Rencana Menengah Jangka Panjang), mereka harus ikut kita," jelasnya.
Pada tahun 2009, terdapat 26 negara mitra pembangunan Indonesia telah berkomitmen dengan pemerintah Indonesia tata cara pemberian hibah dan pinjaman, komitmen ini tertuang dalam Komitmen Jakarta.
"Ada 26 negara itu sudah mencapai sekitar 98% dari total (negara) partner," tambahnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
