DPR Desak Presiden Kirim Calon Gubernur BI
Senin, 08/02/2010 20:56 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali mendesak Presiden RI untuk segera mengirimkan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI).
Padahal sebelumnya DPR telah mengirimkan surat kepada Presiden RI pada bulan Januari 2010 lalu.
Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR-RI Anis Matta melalui pesan singkatnya kepada detikFinance di Jakarta, Senin (08/02/2010).
"Belum ada nama calon Gubernur BI dari Presiden, karena itu pada Rapat Pimpinan (Rapim) DPR hari ini, 8 Februari 2010 kembali memutuskan untuk melayangkan surat kepada Presiden," ujar Anis.
Pimpinan mendesak agar Presiden segera menetapkan nominasi calon Gubernur BI. "Kemudian mengirimkannya ke DPR," tutur Anis.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Melchias Markus Mekeng mengatakan posisi Gubernur BI sudah seharusnya segera diisi.
"Karena deadline-nya kan sudah dari dua tahun yang lalu. Tidak jelas mengapa Presiden belum mengirimkan calonnya," ujar Mekeng minggu lalu.
Mekeng berpendapat, agar tidak mengganggu kegiatan operasional BI maka posisi BI-1 harus segera diisi.
"Gubernur BI harus segera diisi, kalau sekarang kan kurang mantap hanya Pjs (Pejabat Sementara) saja. Lagipula double-kan kerjaannya, sehingga bisa tidak produktif," tandas Mekeng.
(dru/dnl)
Padahal sebelumnya DPR telah mengirimkan surat kepada Presiden RI pada bulan Januari 2010 lalu.
Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR-RI Anis Matta melalui pesan singkatnya kepada detikFinance di Jakarta, Senin (08/02/2010).
"Belum ada nama calon Gubernur BI dari Presiden, karena itu pada Rapat Pimpinan (Rapim) DPR hari ini, 8 Februari 2010 kembali memutuskan untuk melayangkan surat kepada Presiden," ujar Anis.
Pimpinan mendesak agar Presiden segera menetapkan nominasi calon Gubernur BI. "Kemudian mengirimkannya ke DPR," tutur Anis.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI Melchias Markus Mekeng mengatakan posisi Gubernur BI sudah seharusnya segera diisi.
"Karena deadline-nya kan sudah dari dua tahun yang lalu. Tidak jelas mengapa Presiden belum mengirimkan calonnya," ujar Mekeng minggu lalu.
Mekeng berpendapat, agar tidak mengganggu kegiatan operasional BI maka posisi BI-1 harus segera diisi.
"Gubernur BI harus segera diisi, kalau sekarang kan kurang mantap hanya Pjs (Pejabat Sementara) saja. Lagipula double-kan kerjaannya, sehingga bisa tidak produktif," tandas Mekeng.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
