Pemerintah Lepas Saham BMRI dan BBNI Tahun Ini
Selasa, 09/02/2010 12:18 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Pemerintah akan melepas kembali kepemilikan sahamnya di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dalam rangka memperbesar porsi saham publik (free float) menjadi 40% pada tahun 2010.
Dengan aksi ini, dua perusahaan pelat merah tersebut akan mendapat insentif pajak sebesar 5%, sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Mudah-mudahan tahun ini untuk penambahan saham ke publik untuk BNI dan Mandiri. Prosesnya masih terus kita lakukan. Semesternya berapa belum bisa kami ungkap," kata Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar saat ditemui usai pencatatan saham perdana (listing) PTPP di Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Selasa (9/2/2010).
Ia menambahkan, saat ini porsi saham publik di Bank Mandiri sekitar 33%. Pada tahun ini direncanakan akan bertambah menjadi 40%. Pun demikian dengan BBNI, publik berhak mendapat porsi yang lebih besar, yaitu sebesar 40%.
"Saham publik BNI kan sekarang 15%. Nanti akan menjadi mendekati 40%.," paparnya.
Menurutnya, selain untuk keperluan memperoleh modal tambahan untuk kegiatan operasional bank-bank tersebut, penambahan saham free float juga bertujuan untuk memperoleh insentif pajak dari pemerintah.
"Alasannya ini (free float) untuk insetif pajak 5%. Dari korporasi menghendaki hal ini," tutur Mustafa.
Lanjut Mustafa, meski rencana itu sudah diagendakan untuk tahun ini, mekanisme penawaran saham nantinya belum bisa ditentukan. "Ada dua kemungkinan kalau tidak rights issue kita pertimbangkan pula opsi secondary offering. Pokoknya masih dibahas antara dua pilihan itu," jelasnya
Namun free float tetap harus mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Ini memerlukan persetujuan DPR juga. Kita akan bahas sejauh mana permohonan ini diusulkan kepada DPR," ujarnya.
(wep/dro)
Dengan aksi ini, dua perusahaan pelat merah tersebut akan mendapat insentif pajak sebesar 5%, sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Mudah-mudahan tahun ini untuk penambahan saham ke publik untuk BNI dan Mandiri. Prosesnya masih terus kita lakukan. Semesternya berapa belum bisa kami ungkap," kata Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar saat ditemui usai pencatatan saham perdana (listing) PTPP di Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Selasa (9/2/2010).
Ia menambahkan, saat ini porsi saham publik di Bank Mandiri sekitar 33%. Pada tahun ini direncanakan akan bertambah menjadi 40%. Pun demikian dengan BBNI, publik berhak mendapat porsi yang lebih besar, yaitu sebesar 40%.
"Saham publik BNI kan sekarang 15%. Nanti akan menjadi mendekati 40%.," paparnya.
Menurutnya, selain untuk keperluan memperoleh modal tambahan untuk kegiatan operasional bank-bank tersebut, penambahan saham free float juga bertujuan untuk memperoleh insentif pajak dari pemerintah.
"Alasannya ini (free float) untuk insetif pajak 5%. Dari korporasi menghendaki hal ini," tutur Mustafa.
Lanjut Mustafa, meski rencana itu sudah diagendakan untuk tahun ini, mekanisme penawaran saham nantinya belum bisa ditentukan. "Ada dua kemungkinan kalau tidak rights issue kita pertimbangkan pula opsi secondary offering. Pokoknya masih dibahas antara dua pilihan itu," jelasnya
Namun free float tetap harus mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Ini memerlukan persetujuan DPR juga. Kita akan bahas sejauh mana permohonan ini diusulkan kepada DPR," ujarnya.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
60 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
