Utang Eropa Mengkhawatirkan
RI Tetap Pede Terbitkan Surat Utang
Selasa, 09/02/2010 12:20 WIB
Jakarta - Masalah pembengkakan utang yang melanda beberapa negara di Eropa tidak akan berpengaruh kepada membengkaknya ongkos atau biaya penerbitan utang pemerintah. Bahkan pemerintah tak gentar untuk terus menerbitkan surat utang demi memenuhi kebutuhan defisit.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (9/2/2010).
"Karena APBN kita dianggap relatif sehat maka kalau anda lihat kinerja surat utang kita yang bertenor 5-10 tahun yield (imbal hasil) malah menunjukan perbaikan yang cukup signifikan," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan, biaya atau ongkos penerbitan utang pemerintah sejauh ini masih cukup sesuai. Apalagi menurutnya, besaran defisit APBN di 2010 belum mengkhawatirkan.
Sehingga jumlah surat utang yang akan diterbitkan pemerintah pada tahun ini masih sesuai dan dianggap masih bisa diserap oleh pasar. "Saya tidak lihat ada persoalan yang mengkhawatirkan," imbuhnya.
Menurut Sri Mulyani, investor luar masih melihat Indonesia sebagai negara berkembang yang paling diminati sebagai tujuan investasi.
"Maka kalau and lihat, capital inflow maupun stabilitas itu masih terjaga 3 bulan terakhir ini," tegasnya.
(dnl/qom)
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (9/2/2010).
"Karena APBN kita dianggap relatif sehat maka kalau anda lihat kinerja surat utang kita yang bertenor 5-10 tahun yield (imbal hasil) malah menunjukan perbaikan yang cukup signifikan," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan, biaya atau ongkos penerbitan utang pemerintah sejauh ini masih cukup sesuai. Apalagi menurutnya, besaran defisit APBN di 2010 belum mengkhawatirkan.
Sehingga jumlah surat utang yang akan diterbitkan pemerintah pada tahun ini masih sesuai dan dianggap masih bisa diserap oleh pasar. "Saya tidak lihat ada persoalan yang mengkhawatirkan," imbuhnya.
Menurut Sri Mulyani, investor luar masih melihat Indonesia sebagai negara berkembang yang paling diminati sebagai tujuan investasi.
"Maka kalau and lihat, capital inflow maupun stabilitas itu masih terjaga 3 bulan terakhir ini," tegasnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
60 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
