Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century
Selasa, 09/02/2010 22:49 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan cerita-cerita lucu dan tidak masuk akal saat melakukan audit investigasi lanjutan Bank Century.
Anggota BPK Taufiqurrahman Ruki mengatakan cerita-cerita lucu yang ditemukan salah satunya yakni saat mengidetifikasikan data penerima aliran dana Bank Century.
"Sewaktu kita mengidentifikasi pihak terkait, ada cerita-cerita lucu yang mengelus dada. Seperti waktu mengejar aliran dana Bank Century kepada pihak yang menarik dana besar diatas Rp 2 miliar. Ternyata alamat yang dituju hanya sebuah restoran kecil yang menyangkal telah menerima aliran dana," papar Ruki.
Jadi, lanjut Ruki, data-data dari Bank Century tidak benar. Hal seperti ini menurut Ruki membuat auditor kesulitan untuk mengejar penerima dana.
Data profil nasabah yang kurang lengkap, sambung Ruki juga menghambat pemeriksaan BPK dalam menyusun costumer profiling.
"Selain itu, sebagian besar nasabah Bank Century tidak ingin diwawancarai. Karena mereka takut sama Pansus, takut dipanggil," katanya.
BPK membutuhkan waktu yang tidak bisa singkat dalam audit investigasi lanjutan. Salah satunya untuk mengecek analisa RTGS dan SKN. "Itu cukup mumet, datanya ribuan. Namun kita akan terus berusaha melakukan audit secepatnya," tandasnya.
(dru/dnl)
Anggota BPK Taufiqurrahman Ruki mengatakan cerita-cerita lucu yang ditemukan salah satunya yakni saat mengidetifikasikan data penerima aliran dana Bank Century.
"Sewaktu kita mengidentifikasi pihak terkait, ada cerita-cerita lucu yang mengelus dada. Seperti waktu mengejar aliran dana Bank Century kepada pihak yang menarik dana besar diatas Rp 2 miliar. Ternyata alamat yang dituju hanya sebuah restoran kecil yang menyangkal telah menerima aliran dana," papar Ruki.
Jadi, lanjut Ruki, data-data dari Bank Century tidak benar. Hal seperti ini menurut Ruki membuat auditor kesulitan untuk mengejar penerima dana.
Data profil nasabah yang kurang lengkap, sambung Ruki juga menghambat pemeriksaan BPK dalam menyusun costumer profiling.
"Selain itu, sebagian besar nasabah Bank Century tidak ingin diwawancarai. Karena mereka takut sama Pansus, takut dipanggil," katanya.
BPK membutuhkan waktu yang tidak bisa singkat dalam audit investigasi lanjutan. Salah satunya untuk mengecek analisa RTGS dan SKN. "Itu cukup mumet, datanya ribuan. Namun kita akan terus berusaha melakukan audit secepatnya," tandasnya.
(dru/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
