Mandiri Investasi US$ 85 Juta Cegah Kasus ATM dan 'Petani Rp 13 Triliun'
Rabu, 10/02/2010 14:55 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk menginvestasikan setidaknya hingga US$ 85 juta untuk memperkuat informasi teknologi (IT) dan sistem keamanan. Penguatan ini juga bagian dari upaya mencegah kasus-kasus yang terkait kesalahan sistem.
"Bank Mandiri menginvestasi US$ 85 juta untuk bidang IT, pengembangan IT dan security system," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo di sela-sela acara Temu Nasional Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Agus mengatakan penguatan IT ini juga bagian dari upaya mencegah kasus-kasus kesalahan sistem, seperti yang pernah dialami di kantor Cabang Bank Mandiri di Pare-Pare Sulawesi Selatan.
"Kalau itu (kasus Alimin) mungkin ada teknikal, itu sudah diselesailkan," katanya.
Ia mengatakan masalah kesalahan teknis merupakan suatu yang lazim. Mengingat sistem IT juga dibuat oleh manusia, tidak pernah ada yang sempurna.
"Sekarang kita confidence dengan sistem kita," tegasnya.
Seperti diketahui kasus Alimin di kantor Cabang Bank Mandiri Pare-Pare Sulawesi Selatan sempat menghebohkan pada November 2008 lalu. Dimana Alimin yang hanya mengaku memiliki tabungan sebesar Rp 5 juta, tiba-tiba setelah di-print out buku tabungannya mencapai Rp 13 triliun.
(hen/dnl)
"Bank Mandiri menginvestasi US$ 85 juta untuk bidang IT, pengembangan IT dan security system," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo di sela-sela acara Temu Nasional Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Agus mengatakan penguatan IT ini juga bagian dari upaya mencegah kasus-kasus kesalahan sistem, seperti yang pernah dialami di kantor Cabang Bank Mandiri di Pare-Pare Sulawesi Selatan.
"Kalau itu (kasus Alimin) mungkin ada teknikal, itu sudah diselesailkan," katanya.
Ia mengatakan masalah kesalahan teknis merupakan suatu yang lazim. Mengingat sistem IT juga dibuat oleh manusia, tidak pernah ada yang sempurna.
"Sekarang kita confidence dengan sistem kita," tegasnya.
Seperti diketahui kasus Alimin di kantor Cabang Bank Mandiri Pare-Pare Sulawesi Selatan sempat menghebohkan pada November 2008 lalu. Dimana Alimin yang hanya mengaku memiliki tabungan sebesar Rp 5 juta, tiba-tiba setelah di-print out buku tabungannya mencapai Rp 13 triliun.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
61 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
