Ditjen Bea Cukai Sita 3.663 Kardus Miras Senilai Rp 34 Miliar
Rabu, 10/02/2010 15:27 WIB
Foto: dok detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan penindakan terhadap 3.663 karton Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 34 miliar.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata menyatakan, sebanyak 160 minuman keras tanpa pita cukai berhasil dicegah pada 4 Februari 2010 di Taman Palem, Cengkareng dengan satu tersangka berinisial HW alias A selaku supir mobil box.
Berdasarkan pengembangan penyelidikan terhadap supir dan kernet, didapat informasi tempat penyimpanan di daerah Pantai Indah Dadap Kosambi. Menindaklanjuti hasil penyelidikan tersebut, dibentuk tim gabungan dan melakukan operasi penindakan sehingga ditemukan 3.503 karton miras.
"Untuk mengelabui petugas, kepemilikan 3.663 karton MMEA ilegal tersebut disimpan di kompleks pergudangan yang tertutup dan melakukan pendistribusian dengan mobil box," jelas Thomas dalam siaran persnya, Rabu (10/2/2010).
Atas kasus tersebut, ditaksir potensi kerugian negara sekitar Rp 34 miliar untuk 3.663 karton MMEA berbagai merk impor tersebut. Selain itu, kerugian immaterial dengan meningkatnya peredaran minuman berakhohol di masyarakat yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku dapat menganggu norma-norma sosial pada masyarakat.
(nia/ang)
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Thomas Sugijata menyatakan, sebanyak 160 minuman keras tanpa pita cukai berhasil dicegah pada 4 Februari 2010 di Taman Palem, Cengkareng dengan satu tersangka berinisial HW alias A selaku supir mobil box.
Berdasarkan pengembangan penyelidikan terhadap supir dan kernet, didapat informasi tempat penyimpanan di daerah Pantai Indah Dadap Kosambi. Menindaklanjuti hasil penyelidikan tersebut, dibentuk tim gabungan dan melakukan operasi penindakan sehingga ditemukan 3.503 karton miras.
"Untuk mengelabui petugas, kepemilikan 3.663 karton MMEA ilegal tersebut disimpan di kompleks pergudangan yang tertutup dan melakukan pendistribusian dengan mobil box," jelas Thomas dalam siaran persnya, Rabu (10/2/2010).
Atas kasus tersebut, ditaksir potensi kerugian negara sekitar Rp 34 miliar untuk 3.663 karton MMEA berbagai merk impor tersebut. Selain itu, kerugian immaterial dengan meningkatnya peredaran minuman berakhohol di masyarakat yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku dapat menganggu norma-norma sosial pada masyarakat.
(nia/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
61 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
