detikfinance

Benakat Bidik Pendapatan Rp 1,7 Triliun di 2010

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Kamis, 11/02/2010 12:43 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) menargetkan dapat meraih pendapatan di tahun 2010 mencapai Rp 1,7 triliun atau meningkat lebih dari 900% dari posisi tahun 2009 yang hanya Rp 155 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan BIPI Michael Rusli disela-sela pencatatan saham perdana (listing) saham perseroan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD Jakarta Kamis (11/2/2010).

"Revenue kita targetkan Rp 1,7 triliun. Posisi akhir tahun lalu Rp 155 miliar. Sementara untuk net profit kita upayakan menjadi Rp 225 miliar. Akhir tahun lalu Rp 14 miliar," terangnya.

Ia menambahkan, penyebab peningkatan tersebut disebabkan oleh kontribusi lini binis minyak dan gas yang diprediksi mencapai 40%. Sementara sisanya disumbang oleh lini EPC 28% dan Trading Co. serta lainnya.

"Kita juga sedang mengincar tiga tambang batu bara. Tahapnya masih due dilligence. Namun jika berhasil maka ini akan melengkapi protofolio perseroan di oil and gas," ujarnya.

Sementara itu, perseroan juga mengalokasikan dana sekitar Rp 400 miliar sebagai pos belanja modal dan working capital untuk tahun 2010.

Mengenai akuisisi 37,5% saham PT Elnusa Tbk (ELSA) milik PT Tridaya Esta (TDE) oleh perseroan, diharapkan dapat mengkontribusi 30% laba bersih perseroan tahun 2010, atau setara dengan Rp 67,5 miliar dari total target net profit sebesar Rp 225 miliar.

Menurut Rusli, perjanjian pembelian saham Elnusa masih dalam tahap Conditional Sales & Puchrase Agreement (CSPA). Belum ada keputusan final hingga nanti hasilnya didapat pada bulan Maret 2010.

"Baru kemarin tanda tangan. Baru CSPA, nanti akan kami kirimkan surat ke bursa tentang ini. Akhir Maret efektif closing-nya," ujarnya.

Namun jika proses pembelian berjalan lancar, perseroan mengharapkan kepemilikan 37,5% saham di ELSA dapat mengkontribusi Rp 67,5 miliar dari laba bersih perseroan pada tahun ini.

"Kontribusi kira-kira 30% ke 2010 untuk net income. Total nilai transaksi pastinya Rp 894,3 miliar," terang Michael.

Dalam klausul CSPA disebutkan, perseroan tidak diwajibkan untuk melunasi hutang yang dimiliki PT TDA, sebagai pemilik lama 37,5% saham ELSA. Perseroan hanya ingin membayar sejumlah saham yang dijual.

"Akusisi kita nantinya harus clean dan comment check. Kewajiban harus dilunasi dulu oleh pemilik lama, baru kita proses," terangnya.

Ditambahkannya, sumber dana yang alokasikan untuk akuisisi ini dimungkinkan dari penggalangan IPO, yang dilakukan perseroan hari ini. Dengan total raihan dana IPO sekitar Rp 1,6 triliun, dan nilai akuisisi sekitar Rp 894  miliar, maka BIPI masih memiliki 40% sisa dana yang diperuntukan sebagai belanja modal.

"Tapi ini hanya kemungkinan. Masih ada kemungkinan lain, seperti loan dari  perbankan. Namun jika menggunakan dana IPO, kami harus RUPS dulu, mungkin di bulan ini atau Maret," katanya.

BIPI telah menerbitkan 11.500.000.000 saham baru atau setara dengan 38,24% dari jumlah saham setelah IPO. Dengan penetapan harga IPO sebesar Rp 140 per saham, Benakat akan memperoleh dana sebesar Rp 1,61 triliun.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk melakukan penyertaan dalam bentuk utang kepada anak usahanya yakni PT Benakat Oil dan PT Benakat Mining sebesar 95%. Sisanya akan digunakan untuk membeli saham PTII dan surat utang milik Patina Group Ltd.

Saat ini struktur kepemilikan saham Benakat terdiri atas PT Indotambang Perkasa 89,97% dan PT Inti Permata Nusantara 10,03%. Setelah IPO, komposisi pemegang saham akan menjadi Indotambang 55,57%, Inti Permata 6,2%, dan masyarakat 38,24%.

 

 



(wep/dro)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?