BP Migas Janji SPA LNG Mahakam Keluar Dalam 6 Bulan
Kamis, 11/02/2010 19:11 WIB
Jakarta - BP Migas berjanji Sales Purchase Agreement (SPA) gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) dari Blok Mahakam yang akan memasok kebutuhan LNG Receiving Terminal yang akan dibangun di Jawa Barat sudah ditandatangani dalam enam bulan mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kepala BP Migas R. Priyono dalam rapat dengar pendapat mengenai Penyelesaian Krisis Listrik dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
"Saya janji dalam tiga bulan Head of Agreement sudah ditandatangani, dan dalam enam bulan SPA sudah ditandatangani," kata Priyono.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Hendi Prio Santoso meminta kepastian pasokan LNG sebelum LNG Receiving Terminal di Jawa Barat dibangun.
Hendi menyatakan, untuk pasokan LNG ke FSRT yang akan dibangun di Jawa Barat, PGN, Pertamina dan PLN memang sudah mendatangani Memorandum of Agreement (MoA) atau kesepakatan kerjasama jual beli LNG dengan Total E&P Indonesia dan INPEX Coorporatioan pada bulan Juli 2008 lalu. Pasokan sebesar 11,75 juta ton tersebut berasal dari Blok Mahakam selama 10 tahun.
"Hingga saat ini kami masih proses dan tunggu agar MoA tersebut berubah menjadi Sales and Purchase Agreement (SPA)," kata dia.
(epi/dnl)
Hal tersebut disampaikan Kepala BP Migas R. Priyono dalam rapat dengar pendapat mengenai Penyelesaian Krisis Listrik dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
"Saya janji dalam tiga bulan Head of Agreement sudah ditandatangani, dan dalam enam bulan SPA sudah ditandatangani," kata Priyono.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Hendi Prio Santoso meminta kepastian pasokan LNG sebelum LNG Receiving Terminal di Jawa Barat dibangun.
Hendi menyatakan, untuk pasokan LNG ke FSRT yang akan dibangun di Jawa Barat, PGN, Pertamina dan PLN memang sudah mendatangani Memorandum of Agreement (MoA) atau kesepakatan kerjasama jual beli LNG dengan Total E&P Indonesia dan INPEX Coorporatioan pada bulan Juli 2008 lalu. Pasokan sebesar 11,75 juta ton tersebut berasal dari Blok Mahakam selama 10 tahun.
"Hingga saat ini kami masih proses dan tunggu agar MoA tersebut berubah menjadi Sales and Purchase Agreement (SPA)," kata dia.
(epi/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 17:05 WIB
Wah! Sepatu Timberland dan Clarks pun Made in Sidoarjo
-
Jumat, 25/05/2012 16:27 WIB
PT DI Tawarkan Pesawat N219 Ke Kazakhstan
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
