Penerimaan Bea Keluar Menggeliat Tajam di Awal 2010
Minggu, 14/02/2010 10:49 WIB
Foto: Hendra/detikFinance
Jakarta - Penerimaan Bea Keluar (BK) hingga pertengahan bulan Februari 2010 menunjukan tren kenaikan dibandingkan tahun 2009.
Berdasarkan modul pelaporan online Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang dikutip detikFinance Minggu (14/2/2010), hingga tanggal 10 Februari 2010 realisasi penerimaan bea keluar (BK) mencapai Rp 231,55 miliar atau hampir setengah dari total realisasi penerimaan BK tahun 2009.
Jika dilihat dari realisasi, penerimaan BK baru mencapai 3,03% dari target sebesar Rp 7,633 triliun 2010. Pada tahun 2009 lalu, target penerimaan BK hanya mencapai Rp 1,3 triliun, yang terealisiasi sebesar Rp 559,549 miliar atau 39,98% dari target 2009 (per 23 Desember 2009).
Seperti diketahui, pengenaan bea keluar untuk produk sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada bulan Januari dan Februari 2010 berturut-turut mencapai 3% setelah sebelumnya sepanjang 2009 hanya didominasi 0%. Kenaikan ketetapan BK untuk CPO 2010 ditenggarai telah mendongkrak penerimaan BK di awal tahun 2010.
Sementara realisasi penerimaan Bea Masuk (BM) Rp 1,697 Triliun atau mencapai 10,25% dari target sebesar Rp 16,569 triliun berdasarkan APBN 2010. Sedangkan realisasi penerimaan cukai mencapai Rp 8,284 triliun atau sebesar 14,46% dari target sepanang 2010 Rp 57,289 triliun.
(hen/epi)
Berdasarkan modul pelaporan online Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang dikutip detikFinance Minggu (14/2/2010), hingga tanggal 10 Februari 2010 realisasi penerimaan bea keluar (BK) mencapai Rp 231,55 miliar atau hampir setengah dari total realisasi penerimaan BK tahun 2009.
Jika dilihat dari realisasi, penerimaan BK baru mencapai 3,03% dari target sebesar Rp 7,633 triliun 2010. Pada tahun 2009 lalu, target penerimaan BK hanya mencapai Rp 1,3 triliun, yang terealisiasi sebesar Rp 559,549 miliar atau 39,98% dari target 2009 (per 23 Desember 2009).
Seperti diketahui, pengenaan bea keluar untuk produk sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada bulan Januari dan Februari 2010 berturut-turut mencapai 3% setelah sebelumnya sepanjang 2009 hanya didominasi 0%. Kenaikan ketetapan BK untuk CPO 2010 ditenggarai telah mendongkrak penerimaan BK di awal tahun 2010.
Sementara realisasi penerimaan Bea Masuk (BM) Rp 1,697 Triliun atau mencapai 10,25% dari target sebesar Rp 16,569 triliun berdasarkan APBN 2010. Sedangkan realisasi penerimaan cukai mencapai Rp 8,284 triliun atau sebesar 14,46% dari target sepanang 2010 Rp 57,289 triliun.
(hen/epi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
