detikfinance

Meracik Bisnis Minuman Kesehatan Teh Rosella

Suhendra - detikfinance
Selasa, 16/02/2010 07:09 WIB
Jakarta - Tanaman rosella sudah banyak dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat mengobati hipertensi, diabetes maupun kolesterol. Namun tak banyak orang yang tahu tanaman rossela kini sudah menjadi bisnis minuman olahan sejenis teh yang dikembangkan secara kemitraan.

Bayu Joko Waluyojati (50 tahun), seorang lulusan sarjana ekonomi mencoba keberuntungannya dengan mengembangkan usaha kemitraan minuman teh rosella sejak beberapa tahun lalu. Ide awal bisnisnya ternyata terinpirasi dari menggeliatnya permintaan bunga rosella ke Jepang sedangkan di dalam negeri belum banyak dikembangkan.

"Waktu di Surabaya saya dapat informasi rosella diekspor mentah-mentah ke Jepang, 10 kontaiter per minggu dari Surabaya, di Jepang rosella untuk obat," kata Bayu kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Dari situlah ia mencoba mengembangkan informasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) maupun kampus Universitas Airlangga. Hasilnya mengejutkan, kembang rosella memang sangat berkhasiat mengobati penyakit-penyakit organik seperti darah tinggi, kolesterol, kencing manis, asam urat dan lain-lain.

Menurutnya masyarakat di wilayah Sumatera sudah akrab dengan kembang rosella yang dipakai sebagai bumbu dapur sedangkan di wilayah Jawa digunakan sebagai  manisan. Bahkan di lokasi-lokasi pabrik gula di Jawa, tanaman rosella sering dijumpai.

"Rosella tahun 2007 sempat booming. Sayangnya banyak orang yang mencederai dengan menjual produk daur ulang maka setelah itu pamor rosella sempat jatuh lagi," katanya.

Meskipun begitu, pada tahun 2008 ia nekad mulai mengembangkan usaha kemitraan kembang rosella yang ia sulap menjadi minuman  populer teh rosella. Saat ini setidaknya sudah ada 15 mitra yang bergabung diantaranya 12  outlet di Jakarta, 1 outlet di  Pekan Baru, 1 outlet di Cilegon dan 1 outlet di  Batam.

"Ada paket yang bisa diperoleh mitra yaitu paket Rp 3 juta atau Rp 4 juta plus teh hijau  rosella," katanya.

Bagi mitra yang bergabung  dengan berinvestasi Rp 3 juta, akan mendapatkan fasilitas antaralain: meja display lengkap, satu termos es, satu dispenser  dan tutupnya, dua seragam, 100 buah gelas untuk promosi dan 100 paket gelas teh kering untuk promosi.

Ia menuturkan berdasarkan pengalaman mitra-mitranya yang sudah bergabung, balik modal bisa terjadi 2-3 bulan saja, dengan rata-rata penjualan 80-100 gelas per hari. Bayu menyarankan lokasi-lokasi yang cocok antaralain pasar tradisional, mal, sekolahan, kantin umum, bahkan lokasi-lokasi di rumah sakit.

"Lokasi bisnis ini yang penting  yaitu arus lintas orangnya tinggi dan pengelolaannya. Saran saya nggak bisa sampingan harus ditangani secara langsung," katanya.

Bayu menjelaskan si mitra  juga akan mendapatkan fasilitas pelatihan dalam meracik teh rossela agar standar yang dihasilkan memiliki cita rasa yang sama.  Mengenai harga jual, pihaknya memberikan harga  Rp 1100 per cup minuman termasuk teh dan gelasnya. Para mitra boleh menjual secara bebas, namun harga pasaran saat ini mencapai Rp 2500-3000 per gelas teh rosella.

"Setiap mitra yang baru buka kita berikan 100 gelas gratis," katanya.

Mengenai rasa, teh rosella sejatinya memiliki rasa yang sangat asam, namun pencampuran teh rosella dengan gula  memberikan citarasa seperti lemon tea.

Rosella Teh Hijau
Bayu

Alamat Kantor
Proyek Senen Blok 1 Lantai 3 No. 16 dan 25, Jakarta Pusat.






(hen/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.