BNI Rights Issue Rp 4 Triliun di Semester II-2010
Selasa, 16/02/2010 14:35 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan segera menggelar rights issue dengan senilai Rp 3-4 triliun pada semester II-2010. Ini dilakukan agar rasio kecukupan modal (CAR) perseroan berada di kisaran 15%.
Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo dalam paparan publik di Wisma BNI 46, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
"Rights issue kita akan lakukan semester II. Ini untuk meningkatkan modal kita tidak kurang dari 15% (CAR)," katanya.
Ia menjelaskan, sampai akhir tahun rasio kecukupan modal (CAR) perseroan tercatat 13,7% atau naik 0,2% dari posisi tahun 2008. Jika rights issue jadi terlaksana, maka BNI siap mengukuhkan risiko kredit dan risiko pasarnya di tingkatan yang stabil. "2010 kita akan menjaga sustainable growth setelah tahun-tahun sebelumnya kami memperkuat pondasi keuangan," katanya.
Namun rencana penerbitan rights issue tetap harus mendapat persetujuan DPR, walaupun dari Kementerian BUMN sudah mendapat lampu hijau. "Kita terkendala aturan persetujuan. Tapi ini menjadi salah satu opsi kita yang kita ajukan," ucapnya.
Ia menambahkan, rights issue menjadi prioritas untuk mengejar insentif pajak sebesar 5%, bagi perbankan yang memiliki porsi saham publik minimal 40%. "Sampai sekarang kan hanya BRI dan BCA. Kita sama Mandiri juga minta hal yang sama," kata Direktur Keuangan Yap Tyap Soen.
Pada semester II-2010, BNI juga berencana menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt). Jenis obligasinya berbentuk valas. Namun sayang, Gatot enggan menyebut nilai subdebt yang dimaksud. "Yang jelas punya tiga opsi untuk memperkuat modal. Rights issue, subdebt sama pertumbuhan organik," paparnya.
Penerbitan subdebt akan menjadi terhambat jika saja aturan PBI No.18 tahun 2008 diterapkan. Investor merasa keberatan, karena obligasi yang akan jatuh tempo, sebelum dibayarkan harus mendapat izin dari Bank Indonesia (BI).
"Kan bisa saja ngga dibayar, karena ga ada izin. Dimungkinkan juga harganya menjadi lebih mahal. Kita kan akan tawarkan ke pasar internasional. Tidak best practice," jelasnya.
(wep/dnl)
Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo dalam paparan publik di Wisma BNI 46, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
"Rights issue kita akan lakukan semester II. Ini untuk meningkatkan modal kita tidak kurang dari 15% (CAR)," katanya.
Ia menjelaskan, sampai akhir tahun rasio kecukupan modal (CAR) perseroan tercatat 13,7% atau naik 0,2% dari posisi tahun 2008. Jika rights issue jadi terlaksana, maka BNI siap mengukuhkan risiko kredit dan risiko pasarnya di tingkatan yang stabil. "2010 kita akan menjaga sustainable growth setelah tahun-tahun sebelumnya kami memperkuat pondasi keuangan," katanya.
Namun rencana penerbitan rights issue tetap harus mendapat persetujuan DPR, walaupun dari Kementerian BUMN sudah mendapat lampu hijau. "Kita terkendala aturan persetujuan. Tapi ini menjadi salah satu opsi kita yang kita ajukan," ucapnya.
Ia menambahkan, rights issue menjadi prioritas untuk mengejar insentif pajak sebesar 5%, bagi perbankan yang memiliki porsi saham publik minimal 40%. "Sampai sekarang kan hanya BRI dan BCA. Kita sama Mandiri juga minta hal yang sama," kata Direktur Keuangan Yap Tyap Soen.
Pada semester II-2010, BNI juga berencana menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt). Jenis obligasinya berbentuk valas. Namun sayang, Gatot enggan menyebut nilai subdebt yang dimaksud. "Yang jelas punya tiga opsi untuk memperkuat modal. Rights issue, subdebt sama pertumbuhan organik," paparnya.
Penerbitan subdebt akan menjadi terhambat jika saja aturan PBI No.18 tahun 2008 diterapkan. Investor merasa keberatan, karena obligasi yang akan jatuh tempo, sebelum dibayarkan harus mendapat izin dari Bank Indonesia (BI).
"Kan bisa saja ngga dibayar, karena ga ada izin. Dimungkinkan juga harganya menjadi lebih mahal. Kita kan akan tawarkan ke pasar internasional. Tidak best practice," jelasnya.
(wep/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
