Menakertrans: Sektor Formal Paling Kena Dampak AC-FTA
Selasa, 16/02/2010 16:45 WIB
Industri non-formal (dok detikfinance)
Jakarta - Sektor tenaga kerja formal paling berisiko terkena dampak terburuk perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA). Sedangkan sektor informal justru lebih kuat menghadapi AC-FTA dalam hal pemutusan hubungan kerja (PHK).
Hal ini disampaikan oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
"AC-FTA ini berdampak pada 30% tenaga kerja (dari angkatan kerja 100 juta lebih) kita yaitu sektor formal, kalau 70% infromal justru memiliki daya tahan yang tinggi," kata Muhaimin.
Berdasarkan data-data yang masuk ke kementerian tenaga kerja, PHK-PHK yang terjadi tidak ada kaitannya dengan ACFTA. PHK akhir-akhir ini justru lebih murni hubungan industri, yang menyangkut pola rekrutmen dan pola kerja.
"Dalam konteks ini, belum ada satupun indikator dampak ACFTA terhadap PHK tidak ada," katanya.
Terkait sejumlah PHK yang marak akhir-akhir ini seperti di JICT, Indosiar, Berita kota, PAL, Mayora, Hotel Gran Aquila dan Papandayan Bandung, Muhaimin mendesak agar perusahaan-perusahaan yang mem-PHK karwannya untuk meninjau kembali.
Pihaknya juga akan meninjau kembali prosedur proses PHK bagi perusahaan yang telah terlanjur mem-PHK karyawannya apakah sesuai dengan ketentuan UU.
"Saya selaku Menakertrans meminta kepada pengusaha tersebut untuk membatalkan PHK, kita meminta untuk diperkerjakan kembali," tegas Muhaimin.
Sementara itu Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos Myra Hanartani mengatakan sampai saat ini pihaknya belum memastikan berapa jumlah data kasus-kasus PHK yang terjadi belakangan ini.
Ia pun memastikan jumlahnya tidak sampai 1000 orang, misalnya dalam kasus Indosiar lebih pada kasus outsourcing sebanyak 75 orang dan Papandayan Hotel Bandung sebanyak 100 orang sudah PHK namun 57 orang masih keberatan di PHK.
"Kita tidak bisa mengatakan kalau itu sudah PHK, itu masih berselisih," katanya.
(hen/qom)
Hal ini disampaikan oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
"AC-FTA ini berdampak pada 30% tenaga kerja (dari angkatan kerja 100 juta lebih) kita yaitu sektor formal, kalau 70% infromal justru memiliki daya tahan yang tinggi," kata Muhaimin.
Berdasarkan data-data yang masuk ke kementerian tenaga kerja, PHK-PHK yang terjadi tidak ada kaitannya dengan ACFTA. PHK akhir-akhir ini justru lebih murni hubungan industri, yang menyangkut pola rekrutmen dan pola kerja.
"Dalam konteks ini, belum ada satupun indikator dampak ACFTA terhadap PHK tidak ada," katanya.
Terkait sejumlah PHK yang marak akhir-akhir ini seperti di JICT, Indosiar, Berita kota, PAL, Mayora, Hotel Gran Aquila dan Papandayan Bandung, Muhaimin mendesak agar perusahaan-perusahaan yang mem-PHK karwannya untuk meninjau kembali.
Pihaknya juga akan meninjau kembali prosedur proses PHK bagi perusahaan yang telah terlanjur mem-PHK karyawannya apakah sesuai dengan ketentuan UU.
"Saya selaku Menakertrans meminta kepada pengusaha tersebut untuk membatalkan PHK, kita meminta untuk diperkerjakan kembali," tegas Muhaimin.
Sementara itu Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos Myra Hanartani mengatakan sampai saat ini pihaknya belum memastikan berapa jumlah data kasus-kasus PHK yang terjadi belakangan ini.
Ia pun memastikan jumlahnya tidak sampai 1000 orang, misalnya dalam kasus Indosiar lebih pada kasus outsourcing sebanyak 75 orang dan Papandayan Hotel Bandung sebanyak 100 orang sudah PHK namun 57 orang masih keberatan di PHK.
"Kita tidak bisa mengatakan kalau itu sudah PHK, itu masih berselisih," katanya.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
