Anggaran Pengamanan Perdagangan Terlalu Minim Hadapi AC-FTA
Selasa, 16/02/2010 18:15 WIB
Jakarta - Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mencatat realisasi penggunaan anggaran untuk 4 kasus safeguards (pengamanan perdagangan) pada tahun 2009 mencapai Rp 2,805 miliar.
Angka ini masih jauh dari cukup untuk menghadapi ancaman ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) terhadap produk-produk yang mengancam industri dalam negeri.
Pada tahun 2009, KPPI hanya mendapat anggaran Rp 7 miliar. Sebanyak Rp 2,8 miliar dimanfaatkan untuk penanganan 4 kasus, selebihnya untuk gaji, operasional, pengiriman delegasi, penyebaran informasi. Sedangkan pada tahun 2010, KPPI hanya mendapatkan anggaran Rp 7,5 miliar, sebanyak Rp 3,097 miliar akan digunakan untuk menangani 4 kasus safeguards.
Ketua KPPI Halida Meljani mengatakan sejatinya setiap tahun pihaknya mengajukan kasus lebih banyak dari yang disetujui. Namun karena keterbatasan anggaran, hanya kasus-kasus tertentu saja yang disetujui untuk diberikan anggarannya.
"Sebetulnya kita mengajukan lebih, tapi yang disetujui cuma itu (4 kasus)," kata Halida dalam acara Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Ia menjelaskan biaya penanganan safeguards per kasus untuk satu negara rata-rata mencapai Rp 200 juta. Jika misalnya rata-rata dalam satu kasus yang diselidiki KPPI di 5 negara maka biaya satu kasus hingga menelan dana sampai Rp 1 miliar.
Selama dua tahun terakhir KPPI telah menyelesaikan 3 kasus safeguards terhadap 3 produk yaitu produk alat makan keramik, produk kimia dextrose monohydrate dan paku baja. Selain itu, KPPI juga sedang memproses penyelidikan 4 produk yang diduga telah mengancam produk industri dalam negeri yaitu kawat bindrat, wadah makanan alumunium, kawat seng dan tali kawat baja.
KPPI merupakan lembaga yang bertugas melakukan penyelidikan terhadap dugaan kerugian (injury) serius atau ancaman bagi produk industri dalam negeri akibat konjakan barang impor. KPPI berhak mengusulkan untuk memberikan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) bagi produk yang telah terbukti membuat injury produk lokal.
Anggota DPR Komisi VI Aria Bima mendesak kepada lembaga-lembaga yang terkait dengan pengawasan perdagangan di Tanah Air seperti Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk meningkatkan kinerjanya.
Konsekuensi peningkatakan kinerja dengan bertambahnya anggaran sangat bisa dimaklumi, apalagi saat ini Indonesia dihadapi adanya tantangan AC-FTA.
"Silahkan bapak ibu sampaikan terkait lonjakan anggaran.Kalau perlu APBN-P, dari pada masalah tidak selesai, lalu nanti diminta pertanggung jawabkan masyarakat," katanya.
(hen/qom)
Angka ini masih jauh dari cukup untuk menghadapi ancaman ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA) terhadap produk-produk yang mengancam industri dalam negeri.
Pada tahun 2009, KPPI hanya mendapat anggaran Rp 7 miliar. Sebanyak Rp 2,8 miliar dimanfaatkan untuk penanganan 4 kasus, selebihnya untuk gaji, operasional, pengiriman delegasi, penyebaran informasi. Sedangkan pada tahun 2010, KPPI hanya mendapatkan anggaran Rp 7,5 miliar, sebanyak Rp 3,097 miliar akan digunakan untuk menangani 4 kasus safeguards.
Ketua KPPI Halida Meljani mengatakan sejatinya setiap tahun pihaknya mengajukan kasus lebih banyak dari yang disetujui. Namun karena keterbatasan anggaran, hanya kasus-kasus tertentu saja yang disetujui untuk diberikan anggarannya.
"Sebetulnya kita mengajukan lebih, tapi yang disetujui cuma itu (4 kasus)," kata Halida dalam acara Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Selasa (16/2/2010).
Ia menjelaskan biaya penanganan safeguards per kasus untuk satu negara rata-rata mencapai Rp 200 juta. Jika misalnya rata-rata dalam satu kasus yang diselidiki KPPI di 5 negara maka biaya satu kasus hingga menelan dana sampai Rp 1 miliar.
Selama dua tahun terakhir KPPI telah menyelesaikan 3 kasus safeguards terhadap 3 produk yaitu produk alat makan keramik, produk kimia dextrose monohydrate dan paku baja. Selain itu, KPPI juga sedang memproses penyelidikan 4 produk yang diduga telah mengancam produk industri dalam negeri yaitu kawat bindrat, wadah makanan alumunium, kawat seng dan tali kawat baja.
KPPI merupakan lembaga yang bertugas melakukan penyelidikan terhadap dugaan kerugian (injury) serius atau ancaman bagi produk industri dalam negeri akibat konjakan barang impor. KPPI berhak mengusulkan untuk memberikan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) bagi produk yang telah terbukti membuat injury produk lokal.
Anggota DPR Komisi VI Aria Bima mendesak kepada lembaga-lembaga yang terkait dengan pengawasan perdagangan di Tanah Air seperti Komite Anti Dumping Indonesia (KADI), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk meningkatkan kinerjanya.
Konsekuensi peningkatakan kinerja dengan bertambahnya anggaran sangat bisa dimaklumi, apalagi saat ini Indonesia dihadapi adanya tantangan AC-FTA.
"Silahkan bapak ibu sampaikan terkait lonjakan anggaran.Kalau perlu APBN-P, dari pada masalah tidak selesai, lalu nanti diminta pertanggung jawabkan masyarakat," katanya.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
