Carrefour Siap Ladeni Kasasi KPPU di MA
Rabu, 17/02/2010 15:28 WIB
Jakarta - PT Carrefour Indonesia (Carrefour) siap meladeni upaya kasasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ke Mahkamah Agung (MA) terkait putusan PN Jakarta Selatan yang menerima keberatan Carrefour terhadap putusan KPPU No.09/KPPU-L/2009.
"Kalau (KPPU) kasasi kita akan mendapatkan hak menjawab permohonan kasasi mereka. Kita akan berjuang ke tahap-tahap berikutnya," kata Pengacara PT Carrefour Indonesia Ignatius Andy saat ditemui usai pembacaan putusan di PN Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2010).
Ignatius menyatakan syukurnya terhadap putusan majelis hakim PN Jakarta Selatan, yang telah memeriksa dengan teliti dan seksama dalam mempelajari pasal-pasal yang dituduhkan KPPU terhadap Carrefour. Ignatius menambahkan selama ini KPPU telah salah dalam mendefinisikan pasar (upstream dan downstream).
Ia juga kembali menegaskan Carrefour tidak melakukan praktek onopoli dan tidak berada dalam posisi dominan. Bahkan dengan tegas, ia menyatakan Carrefour tidak pernah menekan supplier, termasuk tuduhan pangsa pasar Carrefour sebesar 57,99% terbukti tidak benar.
"Pasar ritel terbuka lebar, semua orang bebas masuk tidak ada entery barrier. Konsumen bisa belanja dimana saja," katanya.
Majelis Hakim PN Jakarta Selatan (Jaksel) Kusno dalam putusannya menyatakan setelah putusan ini, pihak yang keberatan tidak memungkinkan melakukan banding namun bisa melakukan kasasi ke MA selama tenggang waktu 14 hari setelah putusan PN Jaksel.
Selain itu PN Jakarta Selatan juga memutuskan biaya perkara dibebankan pada termohon (KPPU) Rp 221.000.
Seperti diketahui pihak Carrefour menyatakan keberatannya terhadap putusan perkara KPPU No 09/KPPU-L/2009 mengenai putusan monopoli dan posisi dominan oleh Carrefour pada tanggal 3 November 2009. Perkara keberatan ini masuk dalam nomor perkara perdata PN Jaksel No 1598/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel.
Dalam putusan sebelumnya, KPPU telah menyatakan pihak Carrefour bersalah yang melanggar pasal 17 ayat 1 mengenai monopoli dan pasal 25 ayat 1 huruf (a) mengenai possisi dominan sesuai UU No 5 tahun 1999 mengenai larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
Dari putusan itu pihak KPPU memutuskan untuk memberikan denda hukuman kepada Carrefour Rp 25 miliar. KPPU juga meminta kepada Carrefour untuk melakukan pelepasan saham Carrefour seluruhnya di PT Alfa Retailindo kepada pihak yang tidak terafiliasi dengan Carrefour selambat-lambatnya satu tahun setelah putusan KPPU.
(hen/dnl)
"Kalau (KPPU) kasasi kita akan mendapatkan hak menjawab permohonan kasasi mereka. Kita akan berjuang ke tahap-tahap berikutnya," kata Pengacara PT Carrefour Indonesia Ignatius Andy saat ditemui usai pembacaan putusan di PN Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2010).
Ignatius menyatakan syukurnya terhadap putusan majelis hakim PN Jakarta Selatan, yang telah memeriksa dengan teliti dan seksama dalam mempelajari pasal-pasal yang dituduhkan KPPU terhadap Carrefour. Ignatius menambahkan selama ini KPPU telah salah dalam mendefinisikan pasar (upstream dan downstream).
Ia juga kembali menegaskan Carrefour tidak melakukan praktek onopoli dan tidak berada dalam posisi dominan. Bahkan dengan tegas, ia menyatakan Carrefour tidak pernah menekan supplier, termasuk tuduhan pangsa pasar Carrefour sebesar 57,99% terbukti tidak benar.
"Pasar ritel terbuka lebar, semua orang bebas masuk tidak ada entery barrier. Konsumen bisa belanja dimana saja," katanya.
Majelis Hakim PN Jakarta Selatan (Jaksel) Kusno dalam putusannya menyatakan setelah putusan ini, pihak yang keberatan tidak memungkinkan melakukan banding namun bisa melakukan kasasi ke MA selama tenggang waktu 14 hari setelah putusan PN Jaksel.
Selain itu PN Jakarta Selatan juga memutuskan biaya perkara dibebankan pada termohon (KPPU) Rp 221.000.
Seperti diketahui pihak Carrefour menyatakan keberatannya terhadap putusan perkara KPPU No 09/KPPU-L/2009 mengenai putusan monopoli dan posisi dominan oleh Carrefour pada tanggal 3 November 2009. Perkara keberatan ini masuk dalam nomor perkara perdata PN Jaksel No 1598/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel.
Dalam putusan sebelumnya, KPPU telah menyatakan pihak Carrefour bersalah yang melanggar pasal 17 ayat 1 mengenai monopoli dan pasal 25 ayat 1 huruf (a) mengenai possisi dominan sesuai UU No 5 tahun 1999 mengenai larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
Dari putusan itu pihak KPPU memutuskan untuk memberikan denda hukuman kepada Carrefour Rp 25 miliar. KPPU juga meminta kepada Carrefour untuk melakukan pelepasan saham Carrefour seluruhnya di PT Alfa Retailindo kepada pihak yang tidak terafiliasi dengan Carrefour selambat-lambatnya satu tahun setelah putusan KPPU.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
