detikfinance

BKPM Harus Tarik Investasi Besar-besaran dari China

Suhendra - detikfinance
Kamis, 18/02/2010 18:16 WIB
Jakarta - Badan Koordinasi Penaman Modal (BKPM) didesak untuk menarik investasi secara sebesar-besaran dari China menyusul berlangsungnya perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA). Hal ini juga dalam rangka menagih janji pihak China yang berkeinginan menambah investasinya ke Indonesia pasca AC-FTA.

Anggota DPR-RI Komisi VI Ferari Roemawi mengatakan peranan BKPM sangat penting untuk memaksimalkan investasi, khususnya pasca AC-FTA. Ia mengutip Dubes China untuk Indonesia Zhang Qiyue yang mengatakan China akan menambah investasinya ke Indonesia sejalan bergulirnya AC-FTA.

"Kata Dubes China sejalan dengan adanya AC-FTA ini akan ada peningkatan investasi China sangat besar (ke Indonesia)," katanya dalam acara rapat dengar pendapat Komisi VI DPR-RI dengan BKPM, KPPU dan BSN, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Ferari mengharapkan agar pelaksanaan AC-FTA harus seimbang, yaitu dari sisi ekspansi produk China maupun investasinya di Indonesia. "Jangan hanya barangnya yang masuk tapi investasinya dong," katanya.

Sayangnya berdasarkan data BKPM, saat ini justru BKPM masih lebih fokus pada upaya merealisasikan komitmen investasi beberapa proyek dengan nilai besar di luar investasi China. Meskipun proyek-proyek investasi yang melibatkan China sudah ada yang masuk dalam daftar BKPM.

Beberapa investasi besar itu antara lain:

  • SASOL yaitu perusahaan dari Afrika Selatan yang berkomitmen untuk melakukan investasi di bidang coal to liquid (CTL) atau pencairan batubara, dengan nilai investasi  US$ 10 miliar.
  • POSCO yaitu  perusahaan baja asal Korea Selatan yang akan melakukan investasi pabrik baja terpadu di Cilegon bersama Krakatau Steel dengan nilai investasi US$ 6 miliar.
  • MEC yaitu perusahaan asal Uni Emirat Arab yang akan melakukan investasi senilai US$ 5,2 miliar di Kalimantan Timur di bidang pertambangan, infrastruktur, dan pengembangan industri terpadu.
  • PT Aneka Tambang (Antam) yang merencanakan membangun proyek di Kalimantan Barat antara lain bersama dengan konsorsium dari Cina untuk smelter grade alumina dengan nilai investasi US$ 1,2 miliar. Antam juga bersama dengan konsorsium Jepang  dalam rangka chemical grade alumina, siap berinvestasi dengan nilai investasi US$ 450 juta.
 



(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?