Sierad Dapat Pinjaman Bank Syariah Mandiri Rp 40 Miliar
Jumat, 19/02/2010 17:18 WIB
(Ilustrasi Foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Sierad Produce Tbk (SIPD) mendapat modal kerja baru sebesar Rp 40 miliar untuk mengembangkan usaha perdagangan komoditas jagung dan bungkil kedelai (soybean meal-SBM). Fasilitas pembiayaan ini didapatkan perseroan dari PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan jangka waktu 12 bulan.
Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan SIPD Lestari Setiawan dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta Jumat (19/2/2010).
Kesepakatan fasilitas pinjaman ini dilakukan dalam bentuk perjanjian antara perseroan dengan BSM pada tanggal 17 Februari 2010 lalu. Pembiayaan ini dimaksudkan dalam rangka pemngembangan usaha Sierad, yaitu penyediaan bahan baku seperti jagung, SBM dan lainnya, yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.
"Fasilitas pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 40 miliar dengan jangka waktu pinjaman 12 bulan," katanya.
Pengembangan usaha ini merupakan jawaban atas meningkatnya permintaan produk komoditas seperti jagung, bungkil kedelai. Peningkatan tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di seluruh dunia.
Selain merupakan sumber pangan, komoditas ini juga merupakan bahan baku untuk pembuatan ethanol dan biodiesel yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai negera sebagai salah satu sumber energi alternatif.
"Perseroan juga tengah menjajaki pembiayaan dengan institusi keuangan lainnya untuk pembiyaaan tahap selanjutnya," paparnya.
(wep/dro)
Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan SIPD Lestari Setiawan dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta Jumat (19/2/2010).
Kesepakatan fasilitas pinjaman ini dilakukan dalam bentuk perjanjian antara perseroan dengan BSM pada tanggal 17 Februari 2010 lalu. Pembiayaan ini dimaksudkan dalam rangka pemngembangan usaha Sierad, yaitu penyediaan bahan baku seperti jagung, SBM dan lainnya, yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.
"Fasilitas pembiayaan yang diberikan sebesar Rp 40 miliar dengan jangka waktu pinjaman 12 bulan," katanya.
Pengembangan usaha ini merupakan jawaban atas meningkatnya permintaan produk komoditas seperti jagung, bungkil kedelai. Peningkatan tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di seluruh dunia.
Selain merupakan sumber pangan, komoditas ini juga merupakan bahan baku untuk pembuatan ethanol dan biodiesel yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai negera sebagai salah satu sumber energi alternatif.
"Perseroan juga tengah menjajaki pembiayaan dengan institusi keuangan lainnya untuk pembiyaaan tahap selanjutnya," paparnya.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
