Facebook Dukung Sri Mulyani Lahir di Semarang
Minggu, 21/02/2010 16:12 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - Penggalangan dukungan kepada Sri Mulyani melalui situs jejaring sosial Facebook pertama kali lahir di Semarang. Semangat bermula dari bekas anak kos orang tua Sri Mulyani, Prof Satmoko dan Prof Retno, yang merasa saudara mereka harus dibantu dalam bentuk grup Facebook.
"Meskipun kami bukan saudara langsung, namun anak kos juga menganggap, Prof Satmoko sebagai orang tua kita," ujar salah satu pendiri KPI SMI yang juga bertindak sebagai Ketua, Adzanta Bilhaqi saat ditemui detikFinance di hotel Ibis Tamarin Jalan Wahid Hasyim Jakarta Minggu (21/2/2010).
Ditambahkannya, ide yang bermula di Semarang ini kemudian disampaikan melalui situs jejaring sosial. Ternyata responnya luar biasa. Saat lahirnya grup ini pada tanggal 30 November 2009 hingga saat ini, jumlah anggotanya mencapai 97 ribu.
"Anak bangsa yang dididik keras oleh bapaknya, tidak mungkin melakukan korupsi. Kami percaya itu. Prof Satmoko itu guru besar di Undip, dan menghidupi anak-anaknya dari kos-kosan. Sampai sekarang juga masih ada, malah ada warnetnya. Mana mungkin anaknya pejabat, orang tuanya masih seperti itu," cerita Adzanta.
Seluruh pendukung Sri Mulyani bersepakat bahwa integritas dan pengabdian mantan ketua KSSK ini tidak merugikan bangsa, apalagi sampai korupsi. KPI SMI menyatakan, tidak ada kesalahan sedikitpun dalam kebijakan penyelamatan Bank Century pada Novemvber 2008 lalu.
"Kami percaya integritas beliau. Orang sepertinya sudah lupa kerja kerasnya yang membuat negara kita terhindar dari krisis yang dapat menghancurkan perekonomian dan membuat negara kita semakin terpuruk," ujarnya.
Menurutnya, memang tidak hanya Sri Mulyani saja yang KPI SMI dukung. Namun juga, siapa saja yang mempunyai integritas. Budiono yang namanya terseret dalam kasus Century juga siap didukung perkumpulan jejaring sosial ini.
"Siapapun akan kami dukung, yang penting punya integritas. Hidup integritas," teriak Rory, salah satu anggota KPI SMI.
Seluruh angoota KPI SMI ternyata belum pernah bertatap muka langsung dengan srikandi lulusan Universitas Indonesia (UI) ini. Namun tetap saja, dukungan terus mengalir dan bertambah.
"Sampai saat ini tidak ada bentuk lain, hanya di FB saja. Kita terus kumpulkan siapapun yang sepaham dengan KPI SMI," papar Rory.
Dan satu pesan penting lain yang diusung KPI SMI adalah, "Sri Mulyani tidak butuh kita. Tapi justru kita yang butuh Sri Mulyani. Dia dan Budiono sekalipun orang profesional dan bukan politikus, yang memikirkan jenjang karir," ucapnya disertai tepuk tangan seluruh anggota KPI SMI yang hadir.
(wep/dro)
"Meskipun kami bukan saudara langsung, namun anak kos juga menganggap, Prof Satmoko sebagai orang tua kita," ujar salah satu pendiri KPI SMI yang juga bertindak sebagai Ketua, Adzanta Bilhaqi saat ditemui detikFinance di hotel Ibis Tamarin Jalan Wahid Hasyim Jakarta Minggu (21/2/2010).
Ditambahkannya, ide yang bermula di Semarang ini kemudian disampaikan melalui situs jejaring sosial. Ternyata responnya luar biasa. Saat lahirnya grup ini pada tanggal 30 November 2009 hingga saat ini, jumlah anggotanya mencapai 97 ribu.
"Anak bangsa yang dididik keras oleh bapaknya, tidak mungkin melakukan korupsi. Kami percaya itu. Prof Satmoko itu guru besar di Undip, dan menghidupi anak-anaknya dari kos-kosan. Sampai sekarang juga masih ada, malah ada warnetnya. Mana mungkin anaknya pejabat, orang tuanya masih seperti itu," cerita Adzanta.
Seluruh pendukung Sri Mulyani bersepakat bahwa integritas dan pengabdian mantan ketua KSSK ini tidak merugikan bangsa, apalagi sampai korupsi. KPI SMI menyatakan, tidak ada kesalahan sedikitpun dalam kebijakan penyelamatan Bank Century pada Novemvber 2008 lalu.
"Kami percaya integritas beliau. Orang sepertinya sudah lupa kerja kerasnya yang membuat negara kita terhindar dari krisis yang dapat menghancurkan perekonomian dan membuat negara kita semakin terpuruk," ujarnya.
Menurutnya, memang tidak hanya Sri Mulyani saja yang KPI SMI dukung. Namun juga, siapa saja yang mempunyai integritas. Budiono yang namanya terseret dalam kasus Century juga siap didukung perkumpulan jejaring sosial ini.
"Siapapun akan kami dukung, yang penting punya integritas. Hidup integritas," teriak Rory, salah satu anggota KPI SMI.
Seluruh angoota KPI SMI ternyata belum pernah bertatap muka langsung dengan srikandi lulusan Universitas Indonesia (UI) ini. Namun tetap saja, dukungan terus mengalir dan bertambah.
"Sampai saat ini tidak ada bentuk lain, hanya di FB saja. Kita terus kumpulkan siapapun yang sepaham dengan KPI SMI," papar Rory.
Dan satu pesan penting lain yang diusung KPI SMI adalah, "Sri Mulyani tidak butuh kita. Tapi justru kita yang butuh Sri Mulyani. Dia dan Budiono sekalipun orang profesional dan bukan politikus, yang memikirkan jenjang karir," ucapnya disertai tepuk tangan seluruh anggota KPI SMI yang hadir.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 17:35 WIB
Bikin Mobil Listrik, SBY Kumpulkan Menteri & Rektor di Yogya
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
