Elnusa Garap Proyek US$ 33,7 Juta
Senin, 22/02/2010 10:31 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) tengah mengerjakan kontrak untuk beberapa proyek transition zone 3D senilai US$ 33,7 juta. Pengerjaan kontrak sendiri tersebar di wilayah Kalimantan, Papua, yang masing-masing nilainya adalah US$ 16 juta dan US$ 17,7 juta.
Demikian disampaiken oleh Sekretaris Perusahaan Elnusa Heru Samodra dalam siaran persnya, Senin (22/2/2010).
"Proyek transition zone 3D seismic di wilayah Kalimantan nilai kontraknya US$ 16 juta. Sementara kontrak di Papua senilai US$ 17,7 juta," ungkapnya.
Ditambahkannya, perseroan mulai mengembangkan pasar ke transition zone & marine. Keputusan ini diambil seiring dengan meningkatnya penawaran blok-blok migas di area perairan dan laut dalam.
"Peluang pasar yang terbuka untuk segmen transition zone dan marine menjadikan perseroan memutuskan untuk masuk ke pasar ini. Perseroan menargetkan kedua pekerjaan geosciences di Kalimantan dan Papua ini akan selesai pada bulan Juni 2010," katanya.
ELSA, Lanjut Heru, bahkan, telah memperoleh kontrak baru melalui joint operations bersama Nordic, perusahaan geoscience internasional asal Norwegia. Kontrak baru ini merupakan proyek 2D geoscience di wilayah Seruway, Aceh dengan masa kontrak selama 2 bulan.
Beberapa wilayah kerja yang dilelang pemerintah sebagian besar berlokasi di wilayah perairan dan laut dalam. Seiring dengan harga minyak saat ini, permintaan eksplorasi & eksploitasi di wilayah offshore terus meningkat.
Untuk proyek geoscience land, ELSA juga sedang menyelesaikan kontrak senilai US$ 47.9 juta di Kalimantan Timur, Jawa dan Sumatera. Seluruh proyek geoscience land ini akan diselesaikan pada tahun 2010.
Secara keseluruhan, Perseroan tahun ini menargetkan pendapatan usaha dari unit bisnis geoscience senilai Rp 1,44 triliun. Sementara untuk backbone bisnis inti Perseroan lainnya, yakni jasa drilling (pemboran migas) terintegrasi, ELSA menargetkan pendapatan senilai Rp 732 miliar
"Dan jasa oilfield (produksi migas) terintegrasi, perseroan mengejar pendapatan senilai Rp 601 miliar," ucapnya.
Total pendapatan usaha dari segmen jasa hulu migas terintegrasi (geoscience, drilling dan oilfield) pada tahun ini ditargetkan Rp 2,88 triliun. Sementara pendapatan konsolidasi 2010 ditargetkan mencapai Rp 4,46 triliun, atau meningkat 29% dibandingkan tahun sebelumnya.
(wep/dro)
Demikian disampaiken oleh Sekretaris Perusahaan Elnusa Heru Samodra dalam siaran persnya, Senin (22/2/2010).
"Proyek transition zone 3D seismic di wilayah Kalimantan nilai kontraknya US$ 16 juta. Sementara kontrak di Papua senilai US$ 17,7 juta," ungkapnya.
Ditambahkannya, perseroan mulai mengembangkan pasar ke transition zone & marine. Keputusan ini diambil seiring dengan meningkatnya penawaran blok-blok migas di area perairan dan laut dalam.
"Peluang pasar yang terbuka untuk segmen transition zone dan marine menjadikan perseroan memutuskan untuk masuk ke pasar ini. Perseroan menargetkan kedua pekerjaan geosciences di Kalimantan dan Papua ini akan selesai pada bulan Juni 2010," katanya.
ELSA, Lanjut Heru, bahkan, telah memperoleh kontrak baru melalui joint operations bersama Nordic, perusahaan geoscience internasional asal Norwegia. Kontrak baru ini merupakan proyek 2D geoscience di wilayah Seruway, Aceh dengan masa kontrak selama 2 bulan.
Beberapa wilayah kerja yang dilelang pemerintah sebagian besar berlokasi di wilayah perairan dan laut dalam. Seiring dengan harga minyak saat ini, permintaan eksplorasi & eksploitasi di wilayah offshore terus meningkat.
Untuk proyek geoscience land, ELSA juga sedang menyelesaikan kontrak senilai US$ 47.9 juta di Kalimantan Timur, Jawa dan Sumatera. Seluruh proyek geoscience land ini akan diselesaikan pada tahun 2010.
Secara keseluruhan, Perseroan tahun ini menargetkan pendapatan usaha dari unit bisnis geoscience senilai Rp 1,44 triliun. Sementara untuk backbone bisnis inti Perseroan lainnya, yakni jasa drilling (pemboran migas) terintegrasi, ELSA menargetkan pendapatan senilai Rp 732 miliar
"Dan jasa oilfield (produksi migas) terintegrasi, perseroan mengejar pendapatan senilai Rp 601 miliar," ucapnya.
Total pendapatan usaha dari segmen jasa hulu migas terintegrasi (geoscience, drilling dan oilfield) pada tahun ini ditargetkan Rp 2,88 triliun. Sementara pendapatan konsolidasi 2010 ditargetkan mencapai Rp 4,46 triliun, atau meningkat 29% dibandingkan tahun sebelumnya.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
