Reliance Incar 1 Bank Lokal
Senin, 22/02/2010 12:18 WIB
Jakarta - PT Reliance Securities Tbk mengincar 1 bank dalam negeri. Perseroan sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 130 miliar untuk akuisisi tersebut. Saat ini perseroan tengah bernegosiasi dengan 2 bank.
Demikian hal itu diungkapkan oleh President Director Reliance Orias Petrus Moedak di Menara Batavia, Jalan Kyai Haji Mas Mansyur, Jakarta, Senin (22/2/2010).
"Kita ada rencana investasi di bank, dananya sudah ada. Sudah banyak nego tapi belum ada yang deal," katanya.
Ia mengatakan, perseroan sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 130 miliar untuk akuisisi tersebut yang diambil dari kas internal. Menurutnya, rencana ini sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham, hanya saja belum terealisasi.
"Kita sudah ketemu sekitar 10 kali tapi belum sepakat juga," imbuhnya.
Orias menolak untuk mengungkapkan identitas dua bank yang akan diakuisisi itu. Tapi ia memastikan, perseroan akan mengambil kepemilikan saham mayoritas di bank tersebut.
"Kita harapkan bank yang jadi anak usaha ini bisa bersinergi dengan kita, terutama di nasabahnya," tambahnya.
Ia mengaku, perseroan juga sudah mendapat persetujuan untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 150 miliar. Namun, hingga kini hal itu belum bisa terealisasi karena kondisi kas perseroan masih mencukupi.
"Belumlah, uang kita masih cukup. Nanti kalau jadi uang hasil obligasinya akan dipakai untuk pembiayaan margin," ujarnya.
Targetkan 2.000 Nasabah
Tahun ini, Reliance menargetkan pertumbuhan nasabah sebanyak 20 persen menjadi sebanyak 2.000. Target tersebut akan dikejar melalui program online trading Relitrade yang baru saja diluncurkan.
"Sebenarnya program online trading ini sudah ada sejak tahun lalu tapi baru kita luncurkan sekarang," kata Orias.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan dana sebanyak Rp 2 miliar untuk investasi di program online trading tersebut.
"Fiturnya bagi nasabah banyak sekali, bisa otomatis bid jadi enggak perlu ditungguin," ujarnya.
Ia mengatakan, transaksi per hari di nasabah Reliance sebanyak Rp 150 miliar. Perseroan mengharapkan dengan adanya online trading tersebut transaksi hariannya bisa mencapai Rp 200 miliar.
"Setahun lalu kan masih dipakai nasabah yang existing, sekarang kita buka kesempatan kepada masyarakat," jelasnya.
(ang/dnl)
Demikian hal itu diungkapkan oleh President Director Reliance Orias Petrus Moedak di Menara Batavia, Jalan Kyai Haji Mas Mansyur, Jakarta, Senin (22/2/2010).
"Kita ada rencana investasi di bank, dananya sudah ada. Sudah banyak nego tapi belum ada yang deal," katanya.
Ia mengatakan, perseroan sudah menyiapkan dana sebanyak Rp 130 miliar untuk akuisisi tersebut yang diambil dari kas internal. Menurutnya, rencana ini sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham, hanya saja belum terealisasi.
"Kita sudah ketemu sekitar 10 kali tapi belum sepakat juga," imbuhnya.
Orias menolak untuk mengungkapkan identitas dua bank yang akan diakuisisi itu. Tapi ia memastikan, perseroan akan mengambil kepemilikan saham mayoritas di bank tersebut.
"Kita harapkan bank yang jadi anak usaha ini bisa bersinergi dengan kita, terutama di nasabahnya," tambahnya.
Ia mengaku, perseroan juga sudah mendapat persetujuan untuk menerbitkan obligasi senilai Rp 150 miliar. Namun, hingga kini hal itu belum bisa terealisasi karena kondisi kas perseroan masih mencukupi.
"Belumlah, uang kita masih cukup. Nanti kalau jadi uang hasil obligasinya akan dipakai untuk pembiayaan margin," ujarnya.
Targetkan 2.000 Nasabah
Tahun ini, Reliance menargetkan pertumbuhan nasabah sebanyak 20 persen menjadi sebanyak 2.000. Target tersebut akan dikejar melalui program online trading Relitrade yang baru saja diluncurkan.
"Sebenarnya program online trading ini sudah ada sejak tahun lalu tapi baru kita luncurkan sekarang," kata Orias.
Ia mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan dana sebanyak Rp 2 miliar untuk investasi di program online trading tersebut.
"Fiturnya bagi nasabah banyak sekali, bisa otomatis bid jadi enggak perlu ditungguin," ujarnya.
Ia mengatakan, transaksi per hari di nasabah Reliance sebanyak Rp 150 miliar. Perseroan mengharapkan dengan adanya online trading tersebut transaksi hariannya bisa mencapai Rp 200 miliar.
"Setahun lalu kan masih dipakai nasabah yang existing, sekarang kita buka kesempatan kepada masyarakat," jelasnya.
(ang/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
