Bank Sulut Lepas 40% Saham ke Publik
Senin, 22/02/2010 14:23 WIB
(foto: dok detikFinance)
Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (Bank Sulut) akan mencatatkan 40% sahamnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada triwulan IV-2010. Perseroan akan meminta persetujuan Pemda Sulut sebagai pemegang saham perseroan.
"Kami ingin IPO secepatnya, tahun ini di triwulan IV," terang Direktur Utama PT Bank Sulut Jeffry J. Wurangian saat ditemui usai paparan publik perseroan dalam rangka penerbitan obligasi IV di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Senin (22/2/2010).
Saat ini, pemegang saham perseroan adalah Pemda Sulut. Dengan IPO ini, otomatis kepemilikan Pemda Sulut akan terdilusi. Oleh sebab itu, perseroan akan meminta persetujuan Pemda Sulut dalam RUPS yang akan digelar pada April 2010.
Sayangnya, ia belum merinci lebih jauh, berapa jumlah dana yang akan diperoleh dalam penawaran umum tersebut.
"Jumlah belum bisa kami sampaikan, justru nanti akan disampaikan pada RUPS April nanti. Kami sih inginnya 40% (dilepas ke publik) supaya dapat benefit yang lebih seperti insentif tax. Tapi pemerintah tetap mayoritas," terangnya.
Dana hasil penggalangan IPO nantinya akan digunakan sebagai peningkatan modal dan ekspansi bisnis. Perseroan menginginkan untuk dapat lebih berpartisipasi dalam pembangunan Sulawesi Utara ke depan, dengan ekspansi kredit untuk sektor kecil menengah.
"Pertumbuhan Sulut 8,8%. Nasional saja hanya 4%. Ini peluang bagi kita," ucapnya.
Sebenarnya, sosialisasi untuk menggelar IPO sudah dilakukan perseroan dua tahun lalu kepada pemegang saham. Namun proses yang terus berjalan, hingga penyelesaiannya dimungkinkan terjadi pada akhir tahun ini.
"Harusnya bisa lebih cepat prosesnya. Kita sudah komunikasikan sejak lama, dua tahun lalu," terangnya.
Sementara itu, untuk tahun 2010 perseroan menargetkan peningkatan kredit sebesar 25%, atau Rp 2,75 triliun, dibanding tahun lalu yang tercatat Rp 2,2 triliun. Kredit akan dimaksimalkan untuk sektor UMKM, walaupun sampai akhir tahun 2009, jumlahnya hanya Rp 220 miliar, atau setara 10% dari total kredit terkonsolidasi.
"Porsi kami masih lebih banyak untuk PNS mencapai 90%, sisanya untuk UMKM 10%. Targetnya memang akan ada kredit yang selalu terjadi di tiap tahunnya sebesar Rp 1 triliun. Sementara untuk DPK (Dana Pihak Ketiga) juga akan tumbuh 20-25%, dari posisi saat ini yang Rp 2,3 triliun," imbuhnya.
(wep/dro)
"Kami ingin IPO secepatnya, tahun ini di triwulan IV," terang Direktur Utama PT Bank Sulut Jeffry J. Wurangian saat ditemui usai paparan publik perseroan dalam rangka penerbitan obligasi IV di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Senin (22/2/2010).
Saat ini, pemegang saham perseroan adalah Pemda Sulut. Dengan IPO ini, otomatis kepemilikan Pemda Sulut akan terdilusi. Oleh sebab itu, perseroan akan meminta persetujuan Pemda Sulut dalam RUPS yang akan digelar pada April 2010.
Sayangnya, ia belum merinci lebih jauh, berapa jumlah dana yang akan diperoleh dalam penawaran umum tersebut.
"Jumlah belum bisa kami sampaikan, justru nanti akan disampaikan pada RUPS April nanti. Kami sih inginnya 40% (dilepas ke publik) supaya dapat benefit yang lebih seperti insentif tax. Tapi pemerintah tetap mayoritas," terangnya.
Dana hasil penggalangan IPO nantinya akan digunakan sebagai peningkatan modal dan ekspansi bisnis. Perseroan menginginkan untuk dapat lebih berpartisipasi dalam pembangunan Sulawesi Utara ke depan, dengan ekspansi kredit untuk sektor kecil menengah.
"Pertumbuhan Sulut 8,8%. Nasional saja hanya 4%. Ini peluang bagi kita," ucapnya.
Sebenarnya, sosialisasi untuk menggelar IPO sudah dilakukan perseroan dua tahun lalu kepada pemegang saham. Namun proses yang terus berjalan, hingga penyelesaiannya dimungkinkan terjadi pada akhir tahun ini.
"Harusnya bisa lebih cepat prosesnya. Kita sudah komunikasikan sejak lama, dua tahun lalu," terangnya.
Sementara itu, untuk tahun 2010 perseroan menargetkan peningkatan kredit sebesar 25%, atau Rp 2,75 triliun, dibanding tahun lalu yang tercatat Rp 2,2 triliun. Kredit akan dimaksimalkan untuk sektor UMKM, walaupun sampai akhir tahun 2009, jumlahnya hanya Rp 220 miliar, atau setara 10% dari total kredit terkonsolidasi.
"Porsi kami masih lebih banyak untuk PNS mencapai 90%, sisanya untuk UMKM 10%. Targetnya memang akan ada kredit yang selalu terjadi di tiap tahunnya sebesar Rp 1 triliun. Sementara untuk DPK (Dana Pihak Ketiga) juga akan tumbuh 20-25%, dari posisi saat ini yang Rp 2,3 triliun," imbuhnya.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 18:01 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
