detikfinance

Saatnya Rumah Dinas diganti Rumah Jabatan

Ramdhania El Hida - detikfinance
Senin, 22/02/2010 15:40 WIB
Halaman 1 dari 2
Jakarta -Pemberian rumah dinas untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI/Polri bisa menimbulkan krisis moral (moral hazard). Sudah saatnya istilah rumah dinas digantikan rumah jabatan agar mereka yang menempatinya sadar sampai kapan mereka bisa menempati rumah tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Ekonomi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Tony Prasetiantono dalam Talk Show 'Membedah APBN 2010' di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Senin (22/2/2010).

Model pemberian rumah dinas saat ini sudah saatnya diubah menjadi rumah jabatan, karena saat ini masih tercipta pola pikir di kalangan PNS dan TNI/Polri mereka akan memperoleh rumah dinas saat diangkat menjadi pejabat aparatur negara. Hal ini yang membuat mereka tidak pernah berpikir sampai kapan mereka dapat menempati rumah sementara pemberian pemerintah tersebut.

"Mindset rumah dinas sudah tidak ada tapi harusnya rumah jabatan," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Tony menceritakan dirinya sebagai pegawai di Universitas Gajah Mada (UGM) juga diberikan kesempatan untuk menempati rumah dinas yang disediakan lembaganya. Namun, dia memilih untuk tidak menempati rumah tersebut dan berpikir untuk menabung dana guna membeli rumah milik sendiri.

"Perubahan mindset tersebut sebetulnya bisa dilakukan karena hal itu sudah dipraktekkan di lingkungan UGM," ujarnya.

Masalah rumah dinas terkuak setelah adanya upaya pengosongan sejumlah rumah dinas oleh Kementerian Pertahanan. Langkah ini berujung aksi demonstrasi dari sejumlah pemilik rumah yang menganggap status rumah mereka saat ini tida lagi berstatus rumah dinas. Next

Halaman 12
(nia/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut