Saham Bakrie 7 Masih Kuasai Lantai Bursa
Selasa, 23/02/2010 14:06 WIB
(foto: Reuters)
Jakarta - Saham-saham Bakrie 7 diproyeksi akan tetap memainkan peranannya dalam transaksi perdagangan di bursa. Perdagangan terbesar masih dimiliki saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Demikian disampaikan mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah saat acara Investor Gathering PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen di hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (23/2/2010).
"Dominasi saham grup Bakrie tersebut menimbulkan potensi pasar dengan volatilitas yang tinggi. Mereka termasuk saham yang likuid dan saham sejuta umat," kata Erry.
Ditambahkannya, investor saat ini lebih mementingkan likuiditas agar bisa cepat keluar dan juga masuk. Hal ini menjadi faktor dominan di bursa.
Lanjutnya, dengan price earning ratio (PER) berkisar 15%, masih banyak sektor yang menjanjikan. Sektor saham consumer goods, infrastruktur, minyak gas, pertambangan dan perbankan menjanjikan. Namun Erry mengingatkan agar investor tetap waspada dengan likuiditas yang menyusut karena inflasi di negara lain.
"Likuiditas yang membanjir pada tahun lalu maka akan disedot kembali. Dan dampaknya akan ada, investor asing dari Amerika Serikat sekitar 50%-60% masih mendominasi" kata Erry.
Investor lokal sebaiknya tidak terlambat berinvestasi dengan investor asing. Dana pensiun dan asuransi, tambahnya dapat berinvestasi dengan jangka waktu menengah dan pendek dengan saham fundamental bagus.
Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi dapat bisa tumbuh 20%. Pasalnya, akan terjadi pertumbuhan pendapatan emiten sekitar 15%-20%.
"Meskipun IHSG telah tumbuh selama tahun 2009 dan akan terus meningkat pada tahun ini. Namun berdasarkan PER, valuasi saham di BEI termasuk kategori murah. Didukung oleh prediksi penurunan yield obligasi pada tahun 2010 dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap US$, maka valuasi saham-saham di BEI diperkirakan terus meningkat," paparnya.
Volatilitas IHSG tahun ini, diperkirakan cenderung stabil sibanding tahun 2008 dan 2009, saat terjadi gejolak ekonomi global. Nilai rata-rata transaksi perdagangan di Bursa selama 2010, diproyeksi terus naik mencapai level Rp 4,5-5 triliun per harinya.
(wep/dro)
Demikian disampaikan mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah saat acara Investor Gathering PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen di hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (23/2/2010).
"Dominasi saham grup Bakrie tersebut menimbulkan potensi pasar dengan volatilitas yang tinggi. Mereka termasuk saham yang likuid dan saham sejuta umat," kata Erry.
Ditambahkannya, investor saat ini lebih mementingkan likuiditas agar bisa cepat keluar dan juga masuk. Hal ini menjadi faktor dominan di bursa.
Lanjutnya, dengan price earning ratio (PER) berkisar 15%, masih banyak sektor yang menjanjikan. Sektor saham consumer goods, infrastruktur, minyak gas, pertambangan dan perbankan menjanjikan. Namun Erry mengingatkan agar investor tetap waspada dengan likuiditas yang menyusut karena inflasi di negara lain.
"Likuiditas yang membanjir pada tahun lalu maka akan disedot kembali. Dan dampaknya akan ada, investor asing dari Amerika Serikat sekitar 50%-60% masih mendominasi" kata Erry.
Investor lokal sebaiknya tidak terlambat berinvestasi dengan investor asing. Dana pensiun dan asuransi, tambahnya dapat berinvestasi dengan jangka waktu menengah dan pendek dengan saham fundamental bagus.
Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi dapat bisa tumbuh 20%. Pasalnya, akan terjadi pertumbuhan pendapatan emiten sekitar 15%-20%.
"Meskipun IHSG telah tumbuh selama tahun 2009 dan akan terus meningkat pada tahun ini. Namun berdasarkan PER, valuasi saham di BEI termasuk kategori murah. Didukung oleh prediksi penurunan yield obligasi pada tahun 2010 dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap US$, maka valuasi saham-saham di BEI diperkirakan terus meningkat," paparnya.
Volatilitas IHSG tahun ini, diperkirakan cenderung stabil sibanding tahun 2008 dan 2009, saat terjadi gejolak ekonomi global. Nilai rata-rata transaksi perdagangan di Bursa selama 2010, diproyeksi terus naik mencapai level Rp 4,5-5 triliun per harinya.
(wep/dro)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 18:49 WIB
Satu Zona Waktu, Penerimaan Negara dari Pajak Bakal Bertambah
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
63 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
