Porsi Asing di Perusahaan MLM Dibolehkan Sampai 90%
Selasa, 23/02/2010 20:24 WIB
Jakarta - Rumusan Perpres Daftar Negatif Investasi (DNI) yang akan diluncurkan oleh pemerintah pada Maret 2010 nanti, mengatur ketentuan kepemilikan asing di perusahaan multi level marketing (MLM) akan diperbesar. Porsi kepemilikan asing akan diperbesar dari maksimal 40% hingga maksimal 90%.
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo saat ditemui di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (23/2/2010).
"Yang jelas Perpres-nya belum keluar tapi kita tidak bisa bilang diaturnya seperti itu, perkara kepemilikan asing ditingkatkan dari sebelumya, iya," katanya
Ia menjelaskan MLM merupakan suatu kegiatan bisnis yang harus dijalani secara serius dan membutuhkan dana yang besar. Sehingga dengan adanya porsi asing lebih besar maka tren keluar masuk di bisnis MLM bisa ditekan.
Menurutnya selama ini ada kecenderungan para pelaku usaha MLM cenderung keluar masuk. Bahkan bisa dibilang sangat mudah dan banyak disalahgunakan.
"Sekarang ada yang mendirikan perusahaan habis itu bubar, banyak disalahgunakan untuk money game," katanya.
Bagyo menjelaskan meski pelaku asin akan diberikan porsi kesempatan lebih besar, namun tidak mesti harus mengambil porsi keseluruhan (90%).
"Dinaikkan dari 40% ke 90%, Perpres-nya nanti Maret," jelasnya.
(hen/dnl)
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Subagyo saat ditemui di kantornya Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (23/2/2010).
"Yang jelas Perpres-nya belum keluar tapi kita tidak bisa bilang diaturnya seperti itu, perkara kepemilikan asing ditingkatkan dari sebelumya, iya," katanya
Ia menjelaskan MLM merupakan suatu kegiatan bisnis yang harus dijalani secara serius dan membutuhkan dana yang besar. Sehingga dengan adanya porsi asing lebih besar maka tren keluar masuk di bisnis MLM bisa ditekan.
Menurutnya selama ini ada kecenderungan para pelaku usaha MLM cenderung keluar masuk. Bahkan bisa dibilang sangat mudah dan banyak disalahgunakan.
"Sekarang ada yang mendirikan perusahaan habis itu bubar, banyak disalahgunakan untuk money game," katanya.
Bagyo menjelaskan meski pelaku asin akan diberikan porsi kesempatan lebih besar, namun tidak mesti harus mengambil porsi keseluruhan (90%).
"Dinaikkan dari 40% ke 90%, Perpres-nya nanti Maret," jelasnya.
(hen/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 18:57 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 16:57 WIB
Zona Waktu RI Disatukan, Pelajar dan Karyawan 'Bangun' Lebih Pagi
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
