detikfinance

Pamerkan 2.200 Artefak Budaya, RI Berharap Raup US$ 200 Juta

Whery Enggo Prayogi - detikfinance
Rabu, 24/02/2010 10:18 WIB
Mari Pangestu dan artefak (Whery/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 2.200 artefak budaya dari seluruh nusantara siap dipamerkan pada Paviliun Indonesia di World Expo Shanghai China (WESC) mulai 1 Mei - 31 Oktober 2010.

Kementerian Perdagangan secara resmi melepas artefak seni dan budaya untuk dipamerkan diajang yang diharapkan dapat meningkatkan citra dan potensi ekonomi suatu negara.

Pemerintah berharap keikutsertaan Indonesia dalam WESC ini dapat mendapat imbal hasil yang mencapai 10 kali lipat dari investasi atau mencapai US$ 200 juta.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam sambutannya di Hanggar Cardik Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Selasa (24/2/2010).

"Investasi pemerintah dalam persiapan interior, eksterior, landscape dan isian mencapai US$ 10 juta. Ditambah biaya performence yang dibantu pihak swasta sekitar US$ 10 juta. Total US$ 20 juta. Kalau optimis sih, 10 kali lipat bisa balik lagi ke kita," ujarnya.

"Kita ikut World Expo ini yang kedua kali. Setelah pertama kali Indonesia ikut pada 1964, kita ikut lagi di tahun ini dengan membangun paviliun yang unik sehingga dapat menarik pengunjung yang diperkirakan mencapai 70 juta orang dari RRT," imbuh Mari.
 
Ditambahkannya, pengiriman 2.200 artefak akan dilakukan hari ini. Artefak terdiri dari alat musik etnik seperti gendang dan gitar dari berbagai daerah, alat bertani, dan arsitek serta alat transportasi. Juga ada beberapa perahu kayu yang digunakan suku Asmat, Komor dan Sentani, serta alat musik Tifa asal suku Asmat.

Khusus untuk artefak asal tanah Papua, disumbang oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada pemerintah Indonesia.

Paviliun sendiri berdiri diatas lahan 4.000 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 2.200 meter persegi. Terdiri dari tiga lantai, dan telah dipersiapkan sejak tahun 2007 lalu.

"Bangunan sudah jadi, hingga tinggal diisi oleh artefak-artefak," ucapnya.

Keikutsertaan Indonesia pada WESC 2010 merupakan bagian dari upaya meningkatkan peluang dan promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi di pasar RRT dan internasional. Selain itu, keikutsertaan ini akan memberi persepsi baru kepada komunitas internasional tentang pencitraan bangsa Indonesia sebagai negara yang mendukung penuh demokrasi, perdamaian dan kebebasan.

Tema yang dikembangkan Indonesia adalah Biodiverse City, yaitu mempresentasikan kehidupan budaya, lingkungan perkotaan dengan segala aspek kehidupan, lingkungan alam, dan sejarah. WESC jadi ajang berkumpulnya penduduk dunia untuk berbagai pengalaman dan keberhasilan di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Sebanyak 200 peserta dari berbagai negara dan lembaga internasional serta lebih dari 25 sponsor dan mitra akan serta, dengan menempati lahan 5,28 km persegi.





(wep/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?