Kasus Century
Cari Kawan, Robert Tantular Tuding Susno Ikut Bersalah
Rabu, 24/02/2010 14:30 WIB
Jakarta - Tak terima dituding paling bertanggung jawab terhadap kasus Bank Century, mantan pemilik Bank Century Robert Tantular menuding mantan Kabareskrim Susno Duadji ikut memiliki andil kesalahan dalam kasus Century.
Demikian disampaikan Robert melalui kuasa hukumnya Heru Suyanto dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (24/2/2010).
"Terhadap pandangan akhir fraksi di Pansus Century, sangat disayangkan Pansus Century tidak juga memotret kinerja kepolisian, khususnya Susno Duadji yang secara jelas telah melakukan kesewenang-wenangan kepada Robert Tantular dan bermain mata dengan Boedi Sampoerna," tuturnya.
Haru mengatakan, penyelidikan terhadap kinerja Kepolisian menjadi penting untuk dikemukakan, karena rekomendasi hasil kerja Pansus Century sebagiannya akan ditindaklanjuti oleh institusi Polri.
"Tanpa perhatian dan evaluasi seksama terhadap kinerja Polri (khususnya mantan Kabareskrim) dikhawatirkan rekomendasi Pansus Century akan diabaikan," kata Heru.
Robert Tantular juga merasa dikambinghitamkan oleh Pansus karena dianggap paling bertanggung jawab terhadap kasus yang menimpa Bank Century sehingga harus di-bailout oleh pemerintah sehingga mengeluarkan dana Rp 6,7 triliun.
"Robert Tantular bukanlah direksi dan bukan komisaris. Robert hanyalah salah satu pemegang saham. Karena itu dalam konteks bailout Century, Robert adalah korban. Tidak adil kalau semua kesalahan dibebankan ke Robert Tantular," ujar Heru.
(dnl/qom)
Demikian disampaikan Robert melalui kuasa hukumnya Heru Suyanto dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (24/2/2010).
"Terhadap pandangan akhir fraksi di Pansus Century, sangat disayangkan Pansus Century tidak juga memotret kinerja kepolisian, khususnya Susno Duadji yang secara jelas telah melakukan kesewenang-wenangan kepada Robert Tantular dan bermain mata dengan Boedi Sampoerna," tuturnya.
Haru mengatakan, penyelidikan terhadap kinerja Kepolisian menjadi penting untuk dikemukakan, karena rekomendasi hasil kerja Pansus Century sebagiannya akan ditindaklanjuti oleh institusi Polri.
"Tanpa perhatian dan evaluasi seksama terhadap kinerja Polri (khususnya mantan Kabareskrim) dikhawatirkan rekomendasi Pansus Century akan diabaikan," kata Heru.
Robert Tantular juga merasa dikambinghitamkan oleh Pansus karena dianggap paling bertanggung jawab terhadap kasus yang menimpa Bank Century sehingga harus di-bailout oleh pemerintah sehingga mengeluarkan dana Rp 6,7 triliun.
"Robert Tantular bukanlah direksi dan bukan komisaris. Robert hanyalah salah satu pemegang saham. Karena itu dalam konteks bailout Century, Robert adalah korban. Tidak adil kalau semua kesalahan dibebankan ke Robert Tantular," ujar Heru.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
