Facebookers Pendukung Sri Mulyani akan Sambangi KPK
Kamis, 25/02/2010 08:30 WIB
Jakarta - Pendukung Sri Mulyani di dunia maya, yang tergabung dalam 'Grup Facebooker Kami Percaya Integritas Sri Mulyani (KPI-SMI)' kembali beraksi.
Rencananya, Kamis (25/2/2010) pukul 12.00-13.00, perwakilan KPI-SMI yang berjumlah 25 orang akan membacakan petisi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan akan menyerahkannya kepada lembaga pengadil tindak korupsi tersebut.
Petisi ini, selain akan diserahkan kepada KPK, harapannya juga dapat diterima langsung oleh Presiden SBY, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kapolri.
"Kami terus menyimak segala informasi, paparan dan fakta serta bukti-bukti yang ada. Sehubungan adanya kesimpulan akhir Pansus Bank Century, maka kami KPI-SMI menyampaikan petisi ini. Petisi kami tujukan kepada Presiden, KPK, DPR dan Kapolri," ujar Sekretaris Grup Facebooker KPI-SMI Susy Rizky kepada detikFinance.
Menurutnya, pembacaan petisi ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap integritas Sri Mulyani dan Budiono, namun juga upaya untuk mendesak proses hukum segara berjalan dan dilakukan secara adil dan cepat.
KPI-SMI tidak lupa memberi penghargaan terhadap upaya penyelidikan secara terbuka yang telah dilakukan DPR atas penyelamatan Bank Century. Keterbukaan ini, menurut mereka, pada akhirnya telah membuat banyak hal yang tadinya tertutup menjadi terbongkar.
"Kami menghargai upaya penyelidikan secara terbuka yang dilakukan Pansus. Kami juga ingin proses hukum cepat berjalan dengan adil dan tidak pilih kasih.Supaya nanti Ibu Sri Mulyani dan Pak Budiono bisa cepat bekerja dengan normal," kata Susy.
Berikut bunyi petisi dari KPI-SMI, yang sampai Rabu (24/2/2010) anggotanya sudah mencapai 100 ribu lebih account:
1. Kami sangat menghargai upaya penyelidikan secara terbuka yang telah dilakukan oleh DPR atas kasus penyelamatan Bank Century. Keterbukaan ini pada akhirnya membuat banyak hal yang tadinya ditutupi menjadi
terbongkar.
2. Fakta-fakta dan bukti yang terungkap, mengindikasikan adanya tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh berbagai pihak. Bentuk tindak pidana perbankan itulah yang membuat Bank Century akhirnya menjadi bank gagal.
3. Bahwa keputusan penyelamatan Bank Century oleh Menteri Keuangan, selaku ketua KSSK dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diembannya, adalah tepat dan benar.
4. Kewajiban pemerintah pasca penyelamatan Bank Century adalah untuk sedapat mungkin menolong para nasabah, disamping menjaga stabilitas perekonomian nasional. Dan kedua fungsi itu telah dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah pada masa itu, melalui kebijakan penyelamatan Bank Century tersebut.
Sehubungan dengan ini, kepada semua pihak yang terkait, kami dari Grup Facebooker KPI-SMI MENDESAK:
1. Agar indikasi keterlibatan beberapa tokoh partai politik dalam tindak pidana perbankan Bank Century tidak diabaikan, tetapi diusut secara tuntas.
2. Agar pemrosesan hukum dilakukan secara adil dan tidak pilih kasih, dalam pengusutan tindak pidana perbankan Bank Century.
3. Agar diupayakan semaksimal mungkin dana yang telah digelapkan akibat tindak pidana perbankan tersebut, dapat segera dikembalikan.
4. Agar dilakukan pengusutan dan penyitaan aset para pelaku tindak pidana perbankan tanpa pandang bulu.
5. Meminta agar lembaga yang berwenang untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan yang intensif dan seobjektif mungkin, terhadap semua pihak yang terlibat dalam kasus Bank Century ini.
6. Agar semua pihak yang masih memiliki itikad baik, termasuk partai-partai yang kadernya ditengarai terlibat dalam tindak pidana perbankan, tidak berusaha melindungi, menutupi apalagi menghambat upaya penyelidikan penyidikan oleh lembaga-lembaga yang berwenang
(wep/qom)
Rencananya, Kamis (25/2/2010) pukul 12.00-13.00, perwakilan KPI-SMI yang berjumlah 25 orang akan membacakan petisi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan akan menyerahkannya kepada lembaga pengadil tindak korupsi tersebut.
Petisi ini, selain akan diserahkan kepada KPK, harapannya juga dapat diterima langsung oleh Presiden SBY, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kapolri.
"Kami terus menyimak segala informasi, paparan dan fakta serta bukti-bukti yang ada. Sehubungan adanya kesimpulan akhir Pansus Bank Century, maka kami KPI-SMI menyampaikan petisi ini. Petisi kami tujukan kepada Presiden, KPK, DPR dan Kapolri," ujar Sekretaris Grup Facebooker KPI-SMI Susy Rizky kepada detikFinance.
Menurutnya, pembacaan petisi ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap integritas Sri Mulyani dan Budiono, namun juga upaya untuk mendesak proses hukum segara berjalan dan dilakukan secara adil dan cepat.
KPI-SMI tidak lupa memberi penghargaan terhadap upaya penyelidikan secara terbuka yang telah dilakukan DPR atas penyelamatan Bank Century. Keterbukaan ini, menurut mereka, pada akhirnya telah membuat banyak hal yang tadinya tertutup menjadi terbongkar.
"Kami menghargai upaya penyelidikan secara terbuka yang dilakukan Pansus. Kami juga ingin proses hukum cepat berjalan dengan adil dan tidak pilih kasih.Supaya nanti Ibu Sri Mulyani dan Pak Budiono bisa cepat bekerja dengan normal," kata Susy.
Berikut bunyi petisi dari KPI-SMI, yang sampai Rabu (24/2/2010) anggotanya sudah mencapai 100 ribu lebih account:
1. Kami sangat menghargai upaya penyelidikan secara terbuka yang telah dilakukan oleh DPR atas kasus penyelamatan Bank Century. Keterbukaan ini pada akhirnya membuat banyak hal yang tadinya ditutupi menjadi
terbongkar.
2. Fakta-fakta dan bukti yang terungkap, mengindikasikan adanya tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh berbagai pihak. Bentuk tindak pidana perbankan itulah yang membuat Bank Century akhirnya menjadi bank gagal.
3. Bahwa keputusan penyelamatan Bank Century oleh Menteri Keuangan, selaku ketua KSSK dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diembannya, adalah tepat dan benar.
4. Kewajiban pemerintah pasca penyelamatan Bank Century adalah untuk sedapat mungkin menolong para nasabah, disamping menjaga stabilitas perekonomian nasional. Dan kedua fungsi itu telah dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah pada masa itu, melalui kebijakan penyelamatan Bank Century tersebut.
Sehubungan dengan ini, kepada semua pihak yang terkait, kami dari Grup Facebooker KPI-SMI MENDESAK:
1. Agar indikasi keterlibatan beberapa tokoh partai politik dalam tindak pidana perbankan Bank Century tidak diabaikan, tetapi diusut secara tuntas.
2. Agar pemrosesan hukum dilakukan secara adil dan tidak pilih kasih, dalam pengusutan tindak pidana perbankan Bank Century.
3. Agar diupayakan semaksimal mungkin dana yang telah digelapkan akibat tindak pidana perbankan tersebut, dapat segera dikembalikan.
4. Agar dilakukan pengusutan dan penyitaan aset para pelaku tindak pidana perbankan tanpa pandang bulu.
5. Meminta agar lembaga yang berwenang untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan yang intensif dan seobjektif mungkin, terhadap semua pihak yang terlibat dalam kasus Bank Century ini.
6. Agar semua pihak yang masih memiliki itikad baik, termasuk partai-partai yang kadernya ditengarai terlibat dalam tindak pidana perbankan, tidak berusaha melindungi, menutupi apalagi menghambat upaya penyelidikan penyidikan oleh lembaga-lembaga yang berwenang
(wep/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
64 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
38 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
