SBY Yakin Tidak Akan Ada Krisis Baru
Kamis, 25/02/2010 16:11 WIB
Jakarta - Presiden SBY optimis perekonomian pada masa pemerintahannya di 2009-2014 akan berjalan dengan baik. Dia mengasumsikan tidak akan ada lagi krisis baru pada tingkat global setelah krisis global yang terjadi pada 2008.
Hal ini disampaikannya dalam pembukaan rapat sidang kabinet pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2010 di kantornya, Jakarta, Kamis (25/2/2010).
"Ada beberapa lembaga yang setelah saya pelajari sama pandangannya dengan asumsi tidak adanya krisis baru pada tingkat global yang berdampak pada negeri kita," tuturnya.
SBY mengatakan, dirinya telah membaca dan mempelajari berbagai prediksi atau kajian tentang perekonomian Indonesia pada 5 tahun mendatang. "Mulai dari yang pesimis sampai yang optimis," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, SBY menuturkan 2 skenario perjalanan ekonomi Indonesia sampai 2014. Pertama, untuk skenario pesimis adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 2014 akan berjalan relatif datar atau flat. Lalu kedua yang merupakan skenario optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh signifikan melampaui target pemerintah.
Untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang kuat, SBY mengatakan syaratnya adalah penciptaan lingkungan dalam negeri yang stabil dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan keamanan.
"Sejumlah reformasi juga harus benar-benar terwujud di masa yang akan datang. Lalu ekonomi pusat dan daerah harus baik dan merata," cetusnya.
(dnl/qom)
Hal ini disampaikannya dalam pembukaan rapat sidang kabinet pembahasan Rancangan APBN Perubahan 2010 di kantornya, Jakarta, Kamis (25/2/2010).
"Ada beberapa lembaga yang setelah saya pelajari sama pandangannya dengan asumsi tidak adanya krisis baru pada tingkat global yang berdampak pada negeri kita," tuturnya.
SBY mengatakan, dirinya telah membaca dan mempelajari berbagai prediksi atau kajian tentang perekonomian Indonesia pada 5 tahun mendatang. "Mulai dari yang pesimis sampai yang optimis," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, SBY menuturkan 2 skenario perjalanan ekonomi Indonesia sampai 2014. Pertama, untuk skenario pesimis adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 2014 akan berjalan relatif datar atau flat. Lalu kedua yang merupakan skenario optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh signifikan melampaui target pemerintah.
Untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang kuat, SBY mengatakan syaratnya adalah penciptaan lingkungan dalam negeri yang stabil dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan keamanan.
"Sejumlah reformasi juga harus benar-benar terwujud di masa yang akan datang. Lalu ekonomi pusat dan daerah harus baik dan merata," cetusnya.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
