Pasokan Gas Dipangkas, 4 Sektor Industri Terancam
Kamis, 25/02/2010 16:55 WIB
Industri keramik RI (dok detikFinance)
Jakarta - Rencana pemangkasan pasokan gas bagi industri manufaktur sebesar 20% akan berimbas negatif bagi kinerja industri yang mengandalkan bahan baku gas seperti industri pupuk, keramik, baja dan semen.
Direktur Kimia Hilir Kementerian Perindustrian Tony Tanduk mengatakan sektor-sektor tersebut akan mengalami pengurangan produksi. Bukan hanya itu saja, bagi industri yang terkena pemangkasan namun masih menggunakan konsumsi normal maka akan dikenakan surcharge yang akan menambah beban biaya.
Ia menjelaskan selama ini industri manufaktur yang banyak menggunakan gas antaralain baja, keramik, semen dan pupuk. Tony mencontohkan untuk sektor keramik saja mengambil porsi hingga 20% dari total kebutuhan gas industri manufaktur atau mencapai 152 mmscfd per tahun.
"Industri keramik pengguna terbesar kedua gas," kata Tony di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (25/2/2010).
Untuk industri keramik kata Tony, saat ini utilisasi atau pemanfaatan kapasitas terpasang mencapai 70%-80% per tahun, dengan adanya pengurangan pasokan gas tentunya akan mengoreksi utilisasi.
"Itu dampaknya pada utilisasi, sekarang ini masih bagus 70-80%," katanya.
Ia menuturkan masalah gas di dalam negeri saat ini sangat memperihatinkan mengingat pemerintah sudah terlanjur menandatangani kontrak-kontrak ekspor gas dalam jangka waktu yang panjang. Meski dari kebijakan itu positifnya akan meningkatkan sumber devisa namun menggerus tenaga kerja karena industri tidak mendapat jaminan pasokan gas.
Seperti diketahui hari ini menperin MS Hidayat bertemu dengan asosiasi aneka industri keramik Indonesia (asaki) dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa PGN tak sanggup memenuhi sepenuhnya permintaan suplai ke ke industri manufaktur karena PGN mengalami kekurangan pasokan.
Wacana pemangkasan pasokan gas 20% pun digulirkan oleh PGN dalam rangka tetap menjamin pasokan gas bagi industri dengan pembatasan konsumsi gas. Langkah ini cukup direspons positif oleh Menperin MS Hidayat.
Sebelumnya pihak asosiasi keramik menyatakan semua pabrikan keramik mulai April 2010 akan dipangkas pasokan gasnya oleh PGN, menyusul diberlakukannya kontrak baru. Tahun ini pun pihak PGN belum bisa memastikan pasokan gas yang cukup bagi industri.
(hen/qom)
Direktur Kimia Hilir Kementerian Perindustrian Tony Tanduk mengatakan sektor-sektor tersebut akan mengalami pengurangan produksi. Bukan hanya itu saja, bagi industri yang terkena pemangkasan namun masih menggunakan konsumsi normal maka akan dikenakan surcharge yang akan menambah beban biaya.
Ia menjelaskan selama ini industri manufaktur yang banyak menggunakan gas antaralain baja, keramik, semen dan pupuk. Tony mencontohkan untuk sektor keramik saja mengambil porsi hingga 20% dari total kebutuhan gas industri manufaktur atau mencapai 152 mmscfd per tahun.
"Industri keramik pengguna terbesar kedua gas," kata Tony di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (25/2/2010).
Untuk industri keramik kata Tony, saat ini utilisasi atau pemanfaatan kapasitas terpasang mencapai 70%-80% per tahun, dengan adanya pengurangan pasokan gas tentunya akan mengoreksi utilisasi.
"Itu dampaknya pada utilisasi, sekarang ini masih bagus 70-80%," katanya.
Ia menuturkan masalah gas di dalam negeri saat ini sangat memperihatinkan mengingat pemerintah sudah terlanjur menandatangani kontrak-kontrak ekspor gas dalam jangka waktu yang panjang. Meski dari kebijakan itu positifnya akan meningkatkan sumber devisa namun menggerus tenaga kerja karena industri tidak mendapat jaminan pasokan gas.
Seperti diketahui hari ini menperin MS Hidayat bertemu dengan asosiasi aneka industri keramik Indonesia (asaki) dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa PGN tak sanggup memenuhi sepenuhnya permintaan suplai ke ke industri manufaktur karena PGN mengalami kekurangan pasokan.
Wacana pemangkasan pasokan gas 20% pun digulirkan oleh PGN dalam rangka tetap menjamin pasokan gas bagi industri dengan pembatasan konsumsi gas. Langkah ini cukup direspons positif oleh Menperin MS Hidayat.
Sebelumnya pihak asosiasi keramik menyatakan semua pabrikan keramik mulai April 2010 akan dipangkas pasokan gasnya oleh PGN, menyusul diberlakukannya kontrak baru. Tahun ini pun pihak PGN belum bisa memastikan pasokan gas yang cukup bagi industri.
(hen/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 19:32 WIB
Penyatuan Zona Waktu Pernah Terjadi di Zaman Jepang
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 17:53 WIB
Anggito: Solusi Terbaik, Naikkan Harga BBM
-
Jumat, 25/05/2012 18:05 WIB
Ssst.. 17 Agustus Jadi Usulan Awal Penyatuan Zona Waktu
-
Jumat, 25/05/2012 18:53 WIB
Pemerintah Dapat Bonus Tandatangan Rp 141 Miliar Dari Proyek Migas
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
39 Komentar
-
39 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
