Kasus Century, Sektor Riil Tahan Ekspansi
Minggu, 28/02/2010 13:40 WIB
dok detikfinance
Jakarta - Kalangan perbankan mengharapkan kasus Bank Century segera diselesaikan. Pasalnya industri sektor riil yang menjadi rekan kerja perbankan dalam
penyaluran kredit masih cemas dan menunggu dalam melakukan ekspansi usahanya.
Demikian dikatakan oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sofyan Basir ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (28/02/2010).
"Industri sektor riil saat ini masih menunggu ujungnya dari kasus Bank Century, saat ini orang yang mau berbisnis jadi cemas," ujar Sofyan.
Ia berharap, kasus Bank Century dapat segera diselesaikan dan memang sebuah kebijakan yang diambil saat itu dimana untuk menyelamatkan industri keuangan tidak bisa ditebak-tebak.
"Jika kita berbicara kebijakan tersebut salah atau tidak, itu sangat sulit. Karena disaat kemarin kebijakan penyelamatan diambil maka kita jadi tidak terkena krisis atau tidak terjadi crash. Bagaimana kalau tidak diselamatkan, ya kita tidak tahu itu tidak bisa ditebak," papar Sofyan.
Sofyan mengatakan kasus Bank Century seharusnya menjadi sebuah pelajaran berharga di kemudian hari. Menurutnya, kasus ini tidak berlarut-larut sehingga sektor ekonomi terkena imbasnya. "Kita harus melihat ke arah kepentingan masa depan, tidak lagi kebelakang," jelasnya.
Sebelumnya, Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) juga mendesak Pansus Hak Angket Kasus Bank Century untuk segera mempercepat mengambil kesimpulan akhir.
Pasalnya pelaku usaha dan industri perbankan membutuhkan kepastian yang jelas, karena kondisi politik yang saat ini gonjang-ganjing mempengaruhi kondisi ekonomi dan iklim investasi.
Seperti diketahui Pansus Century rencananya akan membacakan kesimpulan atas hasil pandangan fraksi-fraksi pada tanggal 3 Maret 2010 pekan depan. Berbagai kalangan termasuk industri perbankan dan pasar modal berharap proses politik atas bailout Bank Century ini segera berakhir sehingga ada kepastian.
(dru/hen)
penyaluran kredit masih cemas dan menunggu dalam melakukan ekspansi usahanya.
Demikian dikatakan oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sofyan Basir ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (28/02/2010).
"Industri sektor riil saat ini masih menunggu ujungnya dari kasus Bank Century, saat ini orang yang mau berbisnis jadi cemas," ujar Sofyan.
Ia berharap, kasus Bank Century dapat segera diselesaikan dan memang sebuah kebijakan yang diambil saat itu dimana untuk menyelamatkan industri keuangan tidak bisa ditebak-tebak.
"Jika kita berbicara kebijakan tersebut salah atau tidak, itu sangat sulit. Karena disaat kemarin kebijakan penyelamatan diambil maka kita jadi tidak terkena krisis atau tidak terjadi crash. Bagaimana kalau tidak diselamatkan, ya kita tidak tahu itu tidak bisa ditebak," papar Sofyan.
Sofyan mengatakan kasus Bank Century seharusnya menjadi sebuah pelajaran berharga di kemudian hari. Menurutnya, kasus ini tidak berlarut-larut sehingga sektor ekonomi terkena imbasnya. "Kita harus melihat ke arah kepentingan masa depan, tidak lagi kebelakang," jelasnya.
Sebelumnya, Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) juga mendesak Pansus Hak Angket Kasus Bank Century untuk segera mempercepat mengambil kesimpulan akhir.
Pasalnya pelaku usaha dan industri perbankan membutuhkan kepastian yang jelas, karena kondisi politik yang saat ini gonjang-ganjing mempengaruhi kondisi ekonomi dan iklim investasi.
Seperti diketahui Pansus Century rencananya akan membacakan kesimpulan atas hasil pandangan fraksi-fraksi pada tanggal 3 Maret 2010 pekan depan. Berbagai kalangan termasuk industri perbankan dan pasar modal berharap proses politik atas bailout Bank Century ini segera berakhir sehingga ada kepastian.
(dru/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 19:51 WIB
RI Janjikan Insentif Bagi Produsen Mobil Hybrid di Dalam Negeri
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 19:13 WIB
Pemda Disindir Suka Obral Izin Tambang
-
Kamis, 24/05/2012 19:05 WIB
SCTV Juga Berambisi Ambil Hak Siar Piala Dunia 2014
-
Kamis, 24/05/2012 18:48 WIB
Pembangunan Tol di RI Tertinggal Jauh dari India dan Malaysia
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
Kamis, 24/05/2012 19:45 WIB
Dijuluki 'Manajer Rp 1 Miliar', Tanri Abeng: Itu Tak Tepat!
-
Kamis, 24/05/2012 18:01 WIB
Ini Alasan SCTV Ngotot Rebut Hak Siar Liga Champions
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 07:19 WIB
Artha Graha: Tak Ada Kasino di Gedung Tertinggi Tomy Winata
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
37 Komentar
-
36 Komentar
-
35 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
